kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Penjualan Naik pada 2025, Bridgestone Targetkan Pertumbuhan Berlanjut pada 2026


Rabu, 14 Januari 2026 / 13:14 WIB
Penjualan Naik pada 2025, Bridgestone Targetkan Pertumbuhan Berlanjut pada 2026
ILUSTRASI. Bridgestone (Bridgestone/Bridgestone) Industri ban nasional diproyeksikan masih menghadapi tantangan pada 2026 seiring daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih ?


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri ban nasional diproyeksikan masih menghadapi tantangan pada 2026 seiring daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih serta perlambatan penjualan kendaraan baru. 

Meski demikian, Bridgestone Tire Indonesia, tetap melihat peluang pertumbuhan terutama dari pasar replacement dan penguatan jaringan distribusi.

Presiden Direktur Bridgestone Tire Indonesia, Mukiat Sutikno, mengatakan sepanjang 2025 kinerja penjualan Bridgestone menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dari sisi domestik, penjualan dan permintaan tumbuh sekitar 5% dibandingkan 2024.

“Kinerja 2025, dari segi penjualan dan permintaan ada kenaikan dari 2024 sekitar 5% untuk domestik, meskipun kita lihat itu tentunya bisa kita dapatkan dengan berbagai macam sales campaign untuk membuat lebih menarik untuk customer, mengingat daya beli customer masih drop dari sebelum Covid,” ujar Mukiat, kepada Kontan.co.id, Rabu (14/1). 

Memasuki 2026, Bridgestone melihat prospek industri ban secara keseluruhan masih berpotensi membaik meski berada di tengah tekanan ekonomi. Mukiat memperkirakan industri ban dapat tumbuh di kisaran 4%–5% secara tahunan.

Baca Juga: Beroperasi 2030, PGE Eksekusi Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 Berkapasitas 55 MW

Di sisi lain, perlambatan penjualan mobil baru dinilai belum memberikan dampak signifikan dalam jangka pendek terhadap industri ban. Efeknya baru akan terasa dalam dua hingga tiga tahun ke depan. 

Mukiat menilai, penjualan mobil baru pada tahun lalu sekitar 14%–15% didominasi oleh merek asal China yang sebagian besar telah menggunakan ban dari China sejak awal.

“Walaupun dari Bridgestone sendiri kita juga meng-approach merek China tersebut untuk menjadi OEM supplier,” jelasnya.

Di tengah melemahnya pasar kendaraan baru, pasar replacement masih menjadi penopang utama. Namun demikian, kontribusinya baru akan terasa setelah kendaraan digunakan selama beberapa tahun.

Dari sisi segmen kendaraan niaga, kontribusinya terhadap total penjualan Bridgestone mencapai sekitar 30% yang berasal dari segmen truk dan bus. Namun, outlook segmen ini pada 2026 masih dibayangi tantangan, sejalan dengan kondisi kendaraan niaga yang belum sepenuhnya pulih sejak 2025.

Sejumlah strategi juga telah disiapkan untuk memaksimalkan kinerja di sepanjang tahun ini, mulai dari ekspansi jaringan toko hingga penguatan distribusi, khususnya di wilayah sub-kota dan kota-kota kecil yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan.

Selain fokus pada pasar domestik, Bridgestone juga akan mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar ekspor sekaligus membuka peluang perluasan pasar baru.

“Untuk pasar ekspor kita akan mempertahankan nomor satu, tapi juga akan melihat kemungkinan untuk memperluas pasar ekspor di 2026. Dan secara domestik kita akan memperkuat jaringan distribusi apalagi di daerah atau kota yang sedang berkembang sekarang ini,” pungkasnya.

Baca Juga: Intip Lima Orang Terkaya Vietnam di Awal 2026 dan Bisnis Mereka

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×