kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Penjualan TV & lemari es 2015 diprediksi akan lesu


Senin, 15 Desember 2014 / 11:22 WIB
ILUSTRASI. start-up aplikasi pertanian iGrow


Reporter: Francisca Bertha Vistika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Permintaan produk elektronik pada 2015 diprediksi tidak terlalu menggembirakan. Electronic Marketers Club (EMC) memperkirakan, permintaan produk elektronik tahun 2015 cenderung stagnan akibat dampak kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

AG Rudyanto, Ketua EMC bilang, tahun depan, konsumen cenderung mengutamakan penggunaan dana untuk mencukupi produk pokok ketimbang membeli produk elektronik. "Kenaikan harga BBM membuat harga kebutuhan pokok naik. Konsumen menahan diri membeli produk elektronik," kata Rudyanto pada KONTAN, Senin (8/12).

Beberapa produk yang permintaannya tidak terlalu menggembirakan versi EMC antara lain, televisi dan lemari es. "Penjualan televisi dan lemari es bisa turun karena penetrasi produk ini sudah tinggi," jelas Rudyanto.

Namun, berbeda dengan penjualan produk mesin cuci dan pendingin ruangan atau air conditioner (AC) yang diperkirakan masih bisa bergerak naik pada 2015. Sebab, tingkat kepemilikan produk ini masih terbilang rendah. 

Santo Kadarusman, PR and Marketing Event Manager PT Hartono Istana Teknologi yang dikenal dengan merek Polytron bilang, penurunan penjualan produk televisi hanya terjadi untuk televisi tabung. "Untuk produk audio dan video, dan televisi layar datar masih tumbuh 5%. Sedangkan AC dan lemari es juga tumbuh 10%," tambah Santo. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×