Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Brantas Abipraya (Persero) mempercepat penyelesaian Proyek Pembangunan Jaringan Irigasi Rawa di Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Wanam, Kabupaten Merauke Paket 2. Proyek strategis nasional ini mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional.
Pembangunan irigasi ini menjadi bagian dari upaya Brantas Abipraya memperkuat infrastruktur pertanian di Papua Selatan sekaligus mendukung Asta Cita Presiden. Proyek tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan air bagi ribuan hektare lahan pertanian produktif.
Lingkup pekerjaan meliputi galian saluran primer, sekunder, dan tersier serta penyelesaian badan tanggul. Hingga saat ini, progres pekerjaan utama telah mendekati target, dengan realisasi galian primer mencapai 4,832 juta meter kubik dari total 4,968 juta meter kubik, serta galian sekunder dan tersier yang telah sesuai volume kontrak.
Baca Juga: Bandara Kertajati Disiapkan Jadi Hub Perawatan Pesawat Militer Hercules Asia
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, mengatakan perusahaan optimistis proyek dapat selesai tepat waktu melalui percepatan di lapangan, termasuk penambahan alat berat dan optimalisasi metode kerja sesuai kondisi lahan.
“Proyek ini cukup menantang karena sebagian besar berada di lahan rawa. Namun dengan dukungan pemangku kepentingan dan penambahan sumber daya, kami berkomitmen menjaga produktivitas dan mempercepat penyelesaian,” ujar Dian dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).
Brantas Abipraya mempercepat pembangunan Jaringan Irigasi Rawa KSPP Wanam dengan dukungan 104 unit excavator dan 8 unit bulldozer, serta penambahan alat berat untuk meningkatkan produktivitas di area rawa.
Baca Juga: Wijaya Karya (WIKA) Catat Progres 83,39% Proyek Tol Semarang–Demak Seksi 1B
Dian bilang, proyek ini bertujuan menjamin pasokan air bagi lahan pertanian sepanjang tahun, meningkatkan produktivitas pertanian, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat Papua Selatan sebagai pusat ketahanan pangan nasional.
Pengembangan KSPP Wanam yang mengacu pada Inpres Nomor 14 Tahun 2025 ini mendukung upaya menjadikan Merauke sebagai lumbung pangan baru di Indonesia Timur melalui pemanfaatan sekitar 1 juta hektare lahan rawa menjadi lahan produktif.
Dalam pelaksanaannya, Brantas Abipraya menerapkan prinsip green construction serta standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












