kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Bandara Kertajati Disiapkan Jadi Hub Perawatan Pesawat Militer Hercules Asia


Minggu, 24 Mei 2026 / 14:07 WIB
Bandara Kertajati Disiapkan Jadi Hub Perawatan Pesawat Militer Hercules Asia
ILUSTRASI. Bandara Kertajati (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mulai mengarahkan pengembangan Bandara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, ke sektor industri perawatan pesawat dan pertahanan. 

Salah satu rencana yang disiapkan ialah menjadikan Kertajati sebagai pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat C-130/Hercules untuk kawasan Asia.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyebut kapasitas lahan di Kertajati masih memungkinkan untuk mendukung pembangunan fasilitas MRO Hercules.

Baca Juga: Pemadaman Listrik di Sumatra Picu Tuntutan Investigasi dan Kompensasi

“Lahan di Kertajati masih memadai untuk pembangunan fasilitas MRO Hercules,” ujar Dudy dalam keterangannya, dikutip Minggu (24/5/2026). 

Lebih lanjut, kata Dudy, pembahasan pengembangan MRO di Kertajati sebetulnya sudah dimulai dari tahun lalu. Nantinya, proyek ini akan ditujukan pula bagi armada lain tidak hanya untuk pesawat Hercules. 

Salah satu proyek yang tengah dirancang yakni pembangunan fasilitas MRO helikopter oleh PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF).

“Seingat saya, inisiatif itu sudah mulai dibahas sejak tahun lalu, termasuk rencana GMF membangun pusat MRO helikopter,” ujarnya.

Dudy menambahkan, peluang keterlibatan Lockheed Martin dalam fasilitas MRO Hercules masih bergantung pada pola kerja sama yang terbentuk dalam pengadaan pesawat militer oleh Kementerian Pertahanan. 

Rencana menjadikan Kertajati sebagai pusat MRO Hercules sebelumnya disampaikan Kementerian Pertahanan usai pertemuan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth di Pentagon.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemenhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengungkap Kertajati dipilih karena memiliki area luas serta infrastruktur penerbangan yang dinilai mendukung pengembangan pusat MRO skala regional.

“Sekarang tengah disiapkan rencana menjadikan kawasan Bandara Kertajati sebagai salah satu pusat MRO pesawat C 130/Hercules. 

Pemilihannya mempertimbangkan luas area serta fasilitas penerbangan yang sudah tersedia,” kata Rico.

Ia menambahkan, optimalisasi Kertajati tidak hanya menyasar fungsi bandara, tetapi juga diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan memperkuat daya saing nasional.

Baca Juga: Indonesia Dorong Jadi Price Maker Sawit Dunia, Ini Strategi yang Perlu Disiapkan

Sementara itu, pengamat politik dan militer Universitas Nasional (UNAS), Selamat Ginting, menilai proyek MRO Hercules berpotensi mengubah status Kertajati yang selama ini kerap dianggap sebagai proyek infrastruktur dengan utilisasi rendah menjadi aset strategis Indonesia.

“Pengembangan MRO Hercules berpotensi mengubah Kertajati dari ‘beban fiskal’ menjadi aset geopolitik sekaligus industri pertahanan nasional,” ujar Selamat.

Menurut Selamat, lokasi Kertajati yang memiliki lahan luas, landasan pacu panjang, serta aktivitas penerbangan sipil yang belum padat justru menjadi keunggulan untuk dikembangkan sebagai pusat logistik udara, kawasan dirgantara, fasilitas MRO militer, hingga hub aviasi regional.

Ia turut menyebut, apabila Indonesia menjadi pusat pemeliharaan Hercules di Asia, hubungan pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat dapat melambung dari semata transaksi pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) menjadi kemitraan strategis di sektor logistik dan industri pertahanan.

Selain itu, Indonesia berpotensi menjadi simpul penting dalam rantai logistik militer kawasan mengingat pesawat Hercules digunakan oleh banyak negara di Asia, termasuk Filipina, Thailand, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, India, hingga Australia.

“Jika menjadi pusat MRO regional, Indonesia tidak lagi hanya dipandang sebagai pasar alutsista, tetapi juga pemain strategis dalam ekosistem pertahanan Asia,” kata Selamat.

Baca Juga: Termasuk Judi Online, Komdigi Blokir Polymarket Seperti di Negara Lain

Lebih jauh, kata Selamat, dampak proyek tersebut tidak hanya membuka peluang bisnis melalui jasa perawatan pesawat, pelatihan teknisi, sertifikasi, dan pengadaan suku cadang, tetapi juga memperkuat pengaruh diplomasi pertahanan Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×