kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Per April 2010, Ekspor Karet Kian Melar


Senin, 12 Juli 2010 / 09:36 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Kinerja ekspor karet pada periode Januari hingga April 2010 kembali melar. Nilai ekspor karet per April 2010 sebesar US$ 1.913,8 juta, atau melesat 155,20% dari periode yang sama tahun lalu yang hanya membukukan US$ 757,0 juta.

Data Kementerian Perdagangan menyebutkan, tahun lalu ekspor karet terbilang memble, namun mulai membaik lagi di kuartal I tahun 2010. Asal tahu saja, sepanjang 2009 lalu Indonesia mencatatkan nilai ekspor karet sebesar US$ 2.952,0 juta, turun dari tahun 2008 yang sempat menembus US$ 5.484,7 juta.

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Asril Sutan Amir bilang, kenaikan nilai ekspor tersebut terjadi terjadinya kenaikan harga pada bulan Januari-April. “Kenaikan harga yang menjadi faktor kenaikan ekspor tersebut,” ujarnya kepada KONTAN, hari ini, Senin (12/7).

Salah satu faktor yang membuat harga karet menguat di antaranya adalah negara produsen karet yang tergabung dalam Association of Natural Rubber Producing Countries (ANRPC) sepakat untuk meneruskan kesepakatan untuk mengontrol harga karet alam dunia. Ketiga negara tersebut adalah Indonesia, Malaysia dan Thailand.

Nilai ekspor karet Indonesia

2005 US$ 2.048,5 juta

2006 US$ 3.595,9 juta

2007 US$ 4.173,2 juta

2008 US$ 5.484,7 juta

2009 US$ 2.952,0 juta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×