kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.524   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Perbaiki standar obat, Indofarma sedia Rp 30 M


Senin, 13 Mei 2013 / 18:41 WIB
ILUSTRASI. Michael H. Hadylaya, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Litigasi


Reporter: Oginawa R Prayogo |

JAKARTA. PT Indofarma Tbk (INAF) akan menanamkan investasi baru di sepanjang tahun 2013. Selain perluasan pabrik dan pembelian mesin, INAF juga akan berinvestasi sebesar Rp 30 miliar untuk memenuhi regulasi cara membuat obat yang disyaratkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan WHO.

INAF akan berupaya untuk memperoleh sertifikasi dari BPOM untuk cara membuat obat yang baik (CPOB) dan cara membuat obat tradisional yang baik (CPOTB)Investasi dalam rangka regulasi ini di tahun 2013 sebesar Rp 30 miliar," ujar Direktur Utama INAF Elfiano Rizaldi  dalam temu media di Hotel Century Atlet, Jakarta, Senin (13/5).

Elfiano mengatakan, sertifikasi itu akan menjamin kualitas obat yang diproduksi INAF. Manfaat lainnya adalah, sertifikasi akan mempermudah ekspor INAF ke negara Asia Tenggara.

Elfiano juga bilang investasi Rp 30 miliar tersebut dalam rangka kualifikasi syarat yang diberikan World Health Organizations (WHO). Ini terkait dengan upaya INAF agar adapat memproduksi obat Tubercolosis dengan standar internasional.

"Jika kita sudah memenuhi kualifikasi WHO, maka kami bisa dengan mudah untuk ekspor obat ke luar negeri, utamanya negara Eropa," ujar Elfiano. 

Elfiano menjelaskan, nantinya INAF akan memproduksi obat Tubercolosis dalam satu kemasan saja. Karena selama ini pasien Tubercolosis harus mengonsumsi empat macam obat sekaligus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×