kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 0   0   %

Perhapi Sambut Positif Rencana Bursa Mineral, RI Layak Jadi Penentu Harga Global


Senin, 08 Juni 2026 / 16:57 WIB
Perhapi Sambut Positif Rencana Bursa Mineral, RI Layak Jadi Penentu Harga Global
ILUSTRASI. Rizal Kasli, Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) (KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pembentukan bursa komoditas mineral dan komoditas strategis yang ditargetkan beroperasi pada 1 Januari 2027 mendapat respons positif dari pelaku industri. 

Dewan Penasihat Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), Rizal Kasli menilai langkah ini merupakan kebijakan strategis yang sangat bagus bagi perekonomian nasional. 

Menurutnya, Indonesia memiliki modal kuat untuk menginisiasi wadah perdagangan ini karena statusnya yang sangat dominan di pasar global. 

"Sudah seharusnya Indonesia menjadi penentu harga beberapa komoditas kritis seperti CPO dan turunannya, nikel, timah, batubara, dan lain-lain. Karena Indonesia merupakan pemasok utama mineral kritis tersebut," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (8/6/2026).

Baca Juga: Eastparc Hotel: Pesanan Kamar saat Libur Sekolah Tahun 2026 Diprediksi Turun 25%

Rizal menambahkan bahwa saat ini di dalam negeri sebenarnya sudah terdapat beberapa bursa sejenis yang telah beroperasi dengan fokus komoditas yang beragam. 

"Di Indonesia sudah ada beberapa Bursa Komoditas Mineral seperti, PT Bursa Berjangka Jakarta, PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX), Indobursa Exchange, dan lain-lain. Fokusnya yang berbeda-beda, ada yang lebih dominan di komoditas sawit, CPO atau turunannya. Ada yang lebih ke mineral," imbuhnya.

Kendati demikian, Rizal memberikan catatan penting mengingat bursa domestik ini nantinya dipastikan harus berhadapan langsung dengan pemain lama yang menguasai pasar dunia. 

"Namun, yang harus menjadi perhatian adalah bahwa secara global sudah ada beberapa bursa yang telah lebih dulu beroperasi dan berpengaruh seperti London Metal Exchange (LME) di London, Shanghai Metal Market (SMM) di Shanghai, Malaysian Palm Oil Board (BPOB) untuk perdagangan minyak kelapa sawit," jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, keandalan operasional dan sistem perdagangan yang berstandar tinggi menjadi syarat mutlak jika ingin bursa komoditas strategis bentukan anyar ini diakui secara global. 

"Pembentukan bursa ini harus dibarengi dengan pengaturan tata kelola yang baik dan memenuhi standar internasional. Sehingga ada kepercayaan dunia internasional akan kepastian dan jaminan perdagangan yang fair dan transparan," tuturnya.

Selain aspek transparansi logistik gudang, Rizal mengingatkan, integritas pengelolaan di dalam tubuh internal bursa akan menjadi pertaruhan utama demi membangun kredibilitas. 

"Bursa tersebut juga harus menetapkan Gudang komoditas yang akan diperdagangkan dan dilaporkan secara transparan. Bursa yang akan dibentuk nanti tentu harus bersaing dengan bursa yang telah lebih dulu ada dan beroperasi," terangnya.

Terakhir, independensi bursa dari dinamika politik menjadi poin krusial yang tidak boleh ditawar agar para investor global menaruh kepercayaan penuh pada mekanisme pasar.

"Hindari yang bersifat fraud, conflict of interest, dan harus dikelola oleh professional yang kompeten di bidangnya. Hindari campur tangan politik dalam operasionalnya. Begitu ada campur tangan politik, pasar tidak akan percaya kepada independensi dan kredibilitas bursa tersebut," pungkasnya.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Harga Baru Minyakita di Atas Rp 15.700/Liter, Pastikan Tak Bebani

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×