kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Bapanas: Harga Daging Sapi Masih Terkendali, Daging Premium Capai Rp 180.000 per Kg


Kamis, 23 Juli 2026 / 21:32 WIB
Bapanas: Harga Daging Sapi Masih Terkendali, Daging Premium Capai Rp 180.000 per Kg
ILUSTRASI. Pedagang daging sapi segar menata dagangannya di pasar tradisional Senen (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga daging sapi di tingkat konsumen masih dalam kondisi terkendali meski di sejumlah pasar ditemukan harga mencapai Rp 160.000 hingga Rp 180.000 per kilogram (kg). 

Pemerintah menilai harga tersebut merupakan daging premium sehingga tidak mencerminkan kondisi pasar secara umum.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan daging sapi yang dijual di kisaran Rp 160.000 per kg umumnya merupakan daging has dalam yang telah dibersihkan dari lemak. Sementara di sejumlah pasar lain, harga daging sapi masih berada di kisaran Rp 140.000 per kg.

"Ada beberapa wilayah kemarin juga kita turun di Rawamangun, di Senen, ada juga Rp 140.000. Yang Rp 160.000 itu relatif yang benar-benar has dalam, kemudian dihilangin lemak-lemaknya. Namun demikian tentu kami akan pantau terus," ujar Ketut usai meninjau Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), dikutip dari keterangan pers, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga: Kuota Impor Daging Sapi Belum Terserap, Baru 36% hingga Semester I-2026

Data Bapanas hingga 22 Juli 2026 menunjukkan rata-rata harga daging sapi nasional mencapai Rp 143.601 per kg atau sekitar 2,57% di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen yang ditetapkan sebesar Rp 140.000 per kg. Meski demikian, pemerintah menilai kenaikan tersebut belum masuk kategori gejolak harga.

Menurut Ketut, stabilisasi harga daging sapi masih dipengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berdampak pada biaya impor. 

Alhasil, untuk jangka pendek, Bapanas akan memperkuat koordinasi dengan Perumda Pasar Jaya serta BUMN pangan seperti Berdikari dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) guna mempercepat distribusi daging sapi beku.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan Perumda Pasar Jaya termasuk juga dengan BUMN, Berdikari dan PPI, untuk segera mendistribusikan dan menstabilkan harga daging sapi. Ini salah satu solusi sehingga mudah-mudahan harganya bisa distabilkan," imbuhnya.

Baca Juga: Kuota Impor Dipangkas, Harga Daging Sapi Naik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×