kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Perkantoran baru lari ke pinggiran


Rabu, 19 Januari 2011 / 09:28 WIB


Reporter: Veri Nurhansyah Tragistina, Noverius Laoli | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Bisnis perkantoran di Jakarta masih akan menarik tahun ini. Sebab, permintaan ruang perkantoran terus meningkat. Pertumbuhan permintaan lebih banyak ke lokasi perkantoran yang berada di pinggiran Jakarta.

PT Procon Indonesia memperkirakan, tahun ini bakal ada pasokan ruang perkantoran dari beberapa proyek baru. Di kawasan pusat bisnis atau central business distric (CBD), pertumbuhan pasokan ruang perkantoran bisa mencapai 4,4% dengan penambahan sekitar 380.000 meter persegi (m2). "Sebanyak 73% dari pasokan baru ini merupakan gedung kelas A," ungkap Luke S. Rowe, Technical Advsior Commercial Leasing Procon Indonesia, di Jakarta Selasa (18/1).

Procon menghitung, tahun ini akan ada lima proyek perkantoran baru yang siap memasok ruang. Dua di antaranya adalah Tempo Scan Tower di Kuningan, K-Link Tower, dan Allianz Tower di Kuningan Persada.

Proyeksi pertumbuhan pasokan di luar CBD tahun ini juga tidak kalah tinggi, sekitar 3,6%. Procon memperkirakan, akan ada pasokan baru seluas 175.000 m2. Sebagian berada di kawasan selatan dan barat Jakarta. Pembangunan infrastruktur di dua kawasan itu memang pesat dua tahun terakhir. "Ini menarik investor membangun perkantoran di sana," ujar Utami Prastiana, Head of Research and Consulting Procon.

Uniknya, dalam dua tahun ke depan, pertumbuhan pasokan perkantoran di luar CBD bakal semakin pesat lantaran sebagian pengembang menerapkan sistem kepemilikan (strata title). "Sekitar 63% pasokan mendatang akan berasal dari kantor strata title," tambah Utami.

Tren kenaikan permintaan itu diakui para pengembang. Artadinata Djangkar, Direktur PT Ciputra Properti Tbk menandaskan, semakin banyak perusahaan di jakarta yang mengincar perkantoran di selatan Jakarta, khususnya di Jl TB Simatupang. Selain lingkungan lebih nyaman, akses juga semakin bagus.

Gencar berekspansi

Artadinata memperkirakan, tahun ini, pertumbuhan permintaan ruang perkantoran tetap akan bagus. Salah satu pemicunya adalah ekonomi terus tumbuh dan daya beli masyarakat menguat. "Kemungkinan peningkatan permintaan terhadap perkantoran sudah terlihat dari sekarang," katanya.

Pengusaha properti, Fuad Zakaria melihat, ada tiga faktor pendorong bisnis perkantoran. Pertama, kondisi ekonomi yang membaik. Kedua, bunga bank yang rendah. Ketiga rupiah yang semakin menguat. "Pasar properti perkantoran tahun ini tidak hanya meningkat 4%, tapi bisa sampai 10%," tuturnya.

Peningkatan pasokan itu juga diikuti dengan permintaan ruang kantor. Tahun lalu, tingkat penyerapan ruang perkantoran di CBD tumbuh 6% dengan tingkat hunian relatif stabil di kisaran 87,7%. Ekspansi dari para penyewa gedung terdahulu (existing tenant) menjadi generator utama yang menopang tingkat okupansi perkantoran. "Seiring membaiknya ekonomi, banyak perusahaan tumbuh dan berekspansi," ujar Utami.

Procon memperkirakan, tahun ini, permintaan perkantoran di CBD dan luar CBD akan tumbuh 4%-5%. Tingkat hunian rata-rata bisa mencapai 87%-89%. Kondisi itu diikuti dengan kenaikan tarif sewa ruang perkantoran sekitar 5,5%-7%, khususnya di gedung yang tingkat huniannya sudah cukup tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×