kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Perkuat Bisnis, Chandra Asri Gandeng Ferrostaal


Jumat, 19 Juli 2013 / 07:00 WIB
ILUSTRASI. ORI021 menawarkan kupon 4,9% tetap per tahun dan tenor 3 tahun.


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Amailia Putri

JAKARTA. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng perusahaan asal Amerika Serikat (AS), Ferrostaal Industrial Projects GmbH, untuk mengembangkan komplek pabrik petrokimia di Teluk Bintuni, Papua. Kedua perusahaan ini akan memanfaatkan pasokan bahan baku gas dari lapangan gas Tangguh.

Erwin Ciputra, Direktur Utama Chandra Asri Petrochemical mengatakan, ketersediaan produk petrokimia seperti polietilina dan polipropilina akan menjadi prioritas. "Kami berharap bisa memperkuat pasokan (produk petrokimia) di dalam negeri," ujarnya, Kamis (18/7).

Kerjasama antara TPIA dan Ferrostaal masih sebatas perjanjian studi kelayakan. Sehingga, Erwin mengaku belum bisa menjelaskan lebih mendetail terkait nilai dan porsi investasi masing-masing pihak, begitu juga target kapasitas produksi.

Yang jelas, lanjut Erwin, proyek ini baru bisa dimulai jika sudah mendapat kepastian pasokan. Oleh karena itu, kesepakatan dengan pihak terkait seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) harus segera dilakukan. Namun, targetnya, paling lama pabrik sudah bisa berporoduksi pada 2019 mendatang.

Sekedar mengingatkan, beberapa waktu lalu, Ferrostaal juga berencana menggarap proyek pabrik metanol berbahan baku gas bumi di Teluk Bintuni. Nilai proyeknya sebesar US$ 1,8 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×