kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.859   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Permintaan masih tinggi, harga karet makin melar


Selasa, 31 Mei 2011 / 11:50 WIB
ILUSTRASI. Brenton Tarrant, pelaku penembakan masjid di Selandia Baru, saat mendengarkan pernyataan para penyintas dan keluarga korban di Pengadilan Tinggi Christchurch, Selandia Baru, Senin, 24 Agustus 2020.


Sumber: Bloomberg | Editor: Rizki Caturini

BANGKOK. Harga karet merangkak naik untuk pertama kalinya dalam skala bulanan sejak Januari 2011. Hal ini didorong oleh optimisme pasar yang menganggap permintaan karet akan tetap besar dari Jepang dan AS serta China bakal meningkatkan persediaan bahan baku karetnya.

Harga kontrak karet untuk pengiriman November 2011 menanjak 0,2% menjadi 391,3 yen per kilogram (kg) atau US$ 4.841 per metrik ton pada pukul 11:04 waktu setempat di Tokyo Commodity Exchange.

Persediaan karet alam yang dimonitor oleh Shanghai Futures Exchange turun sebanyak 3.655 ton menjadi 10.291 ton. Jumlah ini merupakan yang terendah sejak 2003. Hal ini mengindikasikan permintaan karet tetap tinggi.

Sementara itu, menurut Asosiasi Negara Produsen Karet, prediksi produksi karet dari negara-negara produsen karet terbesar seperti Indonesia dan Filipina yang memasok 92% karet untuk dunia akan meleset tahun ini.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×