kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Stok China menipis, harga karet naik


Senin, 30 Mei 2011 / 11:44 WIB
Stok China menipis, harga karet naik
ILUSTRASI. Danau Nyos di Kamerun yang menjadi pusat ledakan gas karbon dioksida pada 21 Agustus 1986 silam.


Reporter: Edy Can, Bloomberg | Editor: Edy Can

TOKYO. Harga karet kembali naik. Kenaikan harga ini dipicu kekhawatiran terhadap langkah China selaku konsumen karet terbesar di dunia yang akan berbelanja besar-besaran. Maklum, stok karet China mulai menipis.

Di Tokyo Commodity Exchange, harga karet untuk kontrak pengiriman November telah naik sebesar 1% menjadi ¥ 390,9 per kilogram (Kg) pada pukul 11.08 waktu Tokyo.

Berdasarkan data Shanghai Futures Exchange, stok karet China telah melorot dari 3.665 ton menjadi 10.291 ton. Angka tersebut merupakan yang terendah sejak Januari 2003 silam.

Analis Fujitomi Co, Kazuhiko Saito mengatakan, penurunan stok karet China ini lantaran berkurangnya pengiriman karet dari negara Asia Tenggara. Penyebabnya karena tingkat produksi karet yang menurun selama Februari hingga Mei lalu. "Pasokan akan tetap seret akibat terganggu hujan di Thailand. Ini akan mendukung kenaikan harga karet," katanya, Senin (30/5).

Asosiasi Negara Produsen Karet Alam memperkirakan, tingkat produksi tahun ini akan meleset dari perkiraan semula. Produksi karet diperkirakan tumbuh 4,9% menjadi 9,94 juta ton atau lebih rendah dari perkiraan semula yang sebesar 5,8%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×