kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Permintaan Pelayaran Kargo Tidak Akan Meningkat Setelah FTA ASEAN-China


Senin, 04 Januari 2010 / 16:57 WIB


Reporter: Gentur Putro Jati |

JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Pelayaran Nasional (INSA) harus gigit jari. Pasalnya, pemberlakuan perjanjian perdagangan bebas (FTA) ASEAN-China mulai 1 Januari 2010 tidak berarti meningkatnya permintaan pelayaran kargo untuk ekspor-impor.

Ketua Umum DPP INSA Johnson W Sucipto menyatakan, seluruh perusahaan anggotanya tidak bisa pro aktif menawarkan jasa pengiriman barang menggunakan kapal laut karena asas cabotage alias kewajiban menggunakan kapal berbendera dalam negeri juga berlaku di China.

"Memang akan banyak sekali barang manufaktur yang akan masuk ke Indonesia, tapi kami tidak bisa mengambil pasar tersebut. Karena mereka juga memberlakukan asas cabotage, bahkan cabotage disana sudah berlaku sejak 1963," kata Johnson, Senin (4/1).

Walhasil, kemungkinan besar kapal-kapal berbendera China yang akan berpeluang menuai keuntungan dari aktivitas pengiriman barang produksinya ke seluruh negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia. "Harus dipahami bahwa cabotage hanya melindungi jasa transportasi laut dalam skala lokal saja," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×