kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.707   26,00   0,15%
  • IDX 6.461   -73,54   -1,13%
  • KOMPAS100 856   -10,81   -1,25%
  • LQ45 651   -8,28   -1,26%
  • ISSI 223   -1,77   -0,79%
  • IDX30 361   -4,82   -1,31%
  • IDXHIDIV20 451   -6,99   -1,53%
  • IDX80 98   -1,17   -1,18%
  • IDXV30 124   -1,89   -1,50%
  • IDXQ30 117   -1,35   -1,15%

Persaingan sengit bisnis mi instant


Selasa, 18 Oktober 2016 / 21:02 WIB


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Ceruk pasar mi instant di dalam negeri masih lebar. Sejumlah produsen mencoba ikut mencecap bisnis mi instant dengan menelurkan produk inovasi, baik dari segi varian rasa maupun kemasan.

PT Nissin Food Indonesia misalnya, pada Mei 2016 lalu meluncurkan produk mi dalam kemasan cup dengan varian seafood gurih pedas dan tomyum asam pedas. Di bulan Juni, Nissin juga meluncurkan mi ramen UFO rasa saus Jepang. Boleh dibilang, Nissin terfokus untuk menyasar pasar mi instan jenis ramen.

“Dalam menghadapi kompetitor memang kami mencari poin diferensiasi,” kata Sheila Novka, Public Relation PT Nissin Food Indonesia kepada KONTAN, Senin (18/10).

Grup Mayora juga ikut meraup pasar makanan cepat saji ini dengan meluncurkan produk mi instan merek "Bakmi Mewah". Sebelumnya Mayora yang selama ini lebih banyak memproduksi biskuit.

Vienno Monintja, Marketing Director M1 PT Mayora Indah Tbk, mengatakan, saat ini Mayora terfokus untuk mengembangkan mi instan dengan kualitas rasa restoran. “Trennya saat ini kan memang mau makan praktis tapi rasa dan kualitas kayak restoran,” kata Vienno Mayora menyasar kelas menengah ke atas sebagai strategi bisnis. 

Sementara salah satu pemain besar di bisnis ini yakni Indofood, sudah cukup kuat menyasar pasar mi instan rasa lokal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×