kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Persediaan daging dipastikan masih cukup sampai Lebaran


Selasa, 14 Juni 2011 / 18:05 WIB
ILUSTRASI. IHSG melemah


Reporter: Evilin Falanta | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Meskipun impor daging sapi dari Australia dihentikan selama enam bulan ke depan, tapi kebutuhan daging sapi di dalam negeri dipastikan aman hingga bulan puasa dan Lebaran nanti. Indonesia akan mencari pasar impor lainnya dari Amerika Serikat dan Selandia Baru.

Wakil Menteri Pertanian oleh Bayu Krisnamurthi bilang, kebutuhan konsumsi daging sapi di Indonesia rata-rata 30.000 ton hingga 40.000 ton setiap bulannya. Dari kebutuhan konsumsi daging sebesar itu, sekitar 30% sampai 35% Indonesia masih mengimpor daging sapi. “Kita sudah punya perjanjian dengan para eksportir di kedua negara itu, ujar Bayu, hari ini (14/6).

Dengan berhentinya impor dari Australia, persediaan sapi impor saat ini di Indonesia menjadi berkurang hanya sekitar 145.000 ekor. Sebelum ada larangan impor dari Australia, persediaan sapi sebelumnya mencapai 150.000 ekor.

Sementara, sekitar 90.000 ton stok daging sapi beku yang sudah siap dikonsumsi di dalam negeri. Sedangkan, cadangan sapi lokal yang tersedia saat ini ada 1 juta ekor hingga 1,2 juta ekor yang tersebar di seluruh Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×