kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Perta Arun Gas lakukan pengapalan LNG kargo perdana ke pasar internasional


Kamis, 28 Januari 2021 / 09:06 WIB
Perta Arun Gas lakukan pengapalan LNG kargo perdana ke pasar internasional
ILUSTRASI. Perta Arun Gas


Reporter: Dimas Andi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mengawali tahun 2021, Perta Arun Gas (PAG) sebagai pengelola Pusat Logistik Berikat (PLB) untuk komoditas LNG satu-satunya di Indonesia berhasil melakukan pengapalan kargo LNG perdana dengan tujuan pasar internasional pada tanggal 14--15 Januari 2021.

Dalam kesempatan tersebut President Director PAG Arif Widodo menyampaikan, kargo LNG yang dikapalkan kali ini merupakan LNG milik salah satu pengguna PLB yang bersumber dari luar negeri yang telah disimpan di PLB Arun yang menggunakan kapal Hongkong Energy (FOB) dengan tujuan penerima di Terminal Caofeidian, Hebei, China.

Menurutnya, keberhasilan tersebut patut dibanggakan karena ini merupakan pengapalan LNG internasional pertama kali dari PLB Arun atau Arun LNG terminal yang juga statusnya merupakan PLB LNG satu-satunya di Indonesia, di mana pengapalan LNG cargo terakhir dari Terminal LNG Arun dilakukan pada bulan Oktober 2014 di era PT Arun NGL.

Baca Juga: Perbaikan Plant Perta Arun Gas selesai, pasokan gas kembali normal

"Kegiatan loading LNG ke kapal sangat lancar dengan laytime hanya 43,08 jam atau lebih singkat dari kesepakatan antara penjual dengan pembeli (60 jam) serta lebih singkat dari kesepakatan maksimum laytime antara PAG dengan pengguna PLB (77 jam),” ujar Arif dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id, Rabu (27/1).

Saat ini, PLB LNG Arun memiliki 4 unit tangki LNG dengan total kapasitas 460.000 M3 yang memiliki 2 tangki untuk penyimpanan LNG bersumber dari domestik dan 2 unit tangki untuk LNG bersumber dari internasional.

Pengoperasian PLB Arun saat ini, terutama untuk komoditas LNG, baik domestik maupun internasional didatangkan oleh para tenant atau pengguna PLB.

Untuk LNG domestik yang ditujukan untuk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) bersumber dari BP Tangguh yang selanjutnya diregasifikasi dan dikirimkan untuk kebutuhan pembangkit listrik PLN yang berada di Lhokseumawe maupun Sumatera Utara (Belawan, Payapasir), serta LNG domestik lainnya untuk kebutuhan Pupuk Iskandar Muda.

"Untuk LNG internasional di-re-ekspor ke berbagai negara tujuan sesuai kesepakatan antara tenant PLB dengan pembelinya. Kegiatan penerimaan, penyimpanan dan pengapalan LNG di PLB ini biasa dikenal sebagai LNG Hub,” terang Arif.

Surkani Manan selaku VP Corporate Strategic Planning & Business Development PAG juga menambahkan, kesuksesan pengapalan LNG internasional ini menjadi milestone penting bagi PAG dan sebagai pembuktian kemampuan dalam pengelolaan PLB LNG dengan karakteristik bisnis dan jasa yaitu multi user, komoditas LNG dari berbagai sumber dan kepemilikan banyak pihak, serta tujuan pengiriman dan pemanfaatan akhir LNG yang juga beragam.

Kemampuan PAG dalam pengelolaan PLB ini akan memperkuat posisi dan cita-cita PAG dalam menjadikan Arun LNG Terminal sebagai salah satu pemain LNG Hub yang diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai informasi, saat ini PAG bersama afiliasinya (sub holding gas) sedang melakukan kajian rencana revitalisasi atas satu tangki LNG Ex Aset PT Arun NGL, termasuk juga potensi investasi tangki LNG baru dengan tujuan peningkatan kapasitas storage LNG Hub di Kawasan.

Selain itu, PAG sedang mengembangkan bisnis lainnya di lokasi aset Ex Arun seperti PLB untuk fuel oil bunkering, LNG bunkering, cold storage, dan jasa O&M untuk LPG Transhipment.

Baca Juga: Produksi LNG hingga September 2020 capai 155,5 kargo

Pengembangan kegiatan bisnis di kawasan bekas aset PT Arun NGL tentu dengan tujuan di samping pemenuhan target pertumbuhan pendapatan perusahaan juga sebagai bagian dari kontribusi dalam kegiatan pembangunan perekonomian Aceh, khususnya melalui penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda potensial.

Secara terpisah, Muchammad Munif, Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, selaku perwakilan regulator untuk PLB LNG Arun, mengaku senang atas kelancaran operasional PLB LNG Arun.

Pembentukan PLB di Indonesia merupakan bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi Khusus Jilid II Pemerintahan Jokowi di mana sesuai tujuan awal PLB yaitu untuk mendapatkan biaya logistik dan transportasi yang efektif serta mendukung kegiatan investasi dan diharapkan menimbulkan efek berganda bagi kegiatan ekonomi.

"Kesuksesan pengoperasian PLB LNG Arun tentu tidak terlepas dari dukungan penuh dari Regulator PLB (Bea cukai) termasuk dari para stakeholder lainnya. Dukungan baik dari internal maupun eksternal PAG sangat diperlukan agar dapat terus mengoperasikan kilang secara aman dan optimal," tandas Arif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×