kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

Pertamina agresif genjot pengembangan panas bumi lima tahun ke depan


Selasa, 16 November 2021 / 18:04 WIB
ILUSTRASI. Pertamina Geothermal Energy


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina memastikan kesiapannya mendorong pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) khususnya melalui energi panas bumi.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan, pengembangan geothermal dipastikan akan terus dilakukan Pertamina di waktu mendatang.

"Kami akan tingkatkan double capacity dalam lima tahun ke depan," jelas Nicke dalam Rapat Kerja Komisi VII, Senin (15/11).

Kontan.co.id mencatat, Pertamina melalui Pertamina Geothermal Energy berencana meningkatkan kapasitas pembangkit listrik panas bumi terpasang untuk memberikan kontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca.

“Rencana kami untuk memperluas kapasitas akan mendukung Indonesia mencapai target net zero emisi pada tahun 2060,” ujar Chief Financial Officer (CFO) Pertamina Geothermal Energy Nelwin Aldriansyah, Sabtu (13/11).

Baca Juga: Indonesia Power dukung pembentukan holding geothermal

Menurut Aldriansyah, PGE berencana menerbitkan sendiri wind green bond pada semester I-2022 selain rencana green bond holding perusahaan PT Pertamina di tahun 2022.

Green bond akan digunakan untuk refinancing pinjaman konvensional kami yang ada dan juga untuk membiayai rencana belanja modal kami dalam mengembangkan proyek panas bumi baru di Indonesia,” katanya.

Dengan inisiatif seperti itu, lanjut dia, PGE berharap dapat menambah kapasitas hingga 375 megawatt (MW) dari 672 MW dalam kapasitas terpasang dari pembangkit listrik tenaga panas bumi untuk empat tahun ke depan.

“Kami menargetkan total kapasitas terpasang menjadi 1.500 megawatt pada 2030,” tambah Aldriansyah.

Baca Juga: Kebakaran tangki di area Kilang Cilacap diduga akibat sambaran petir

Dia pun optimistis dengan tambahan kapasitas tersebut, PGE akan berkontribusi signifikan terhadap rencana Pertamina untuk melakukan dekarbonisasi dan mengurangi emisi hingga 30 persen pada 2030.

“Pada kapasitas kami saat ini, kami saat ini mengurangi emisi sekitar 3,5 juta ton karbon dioksida (CO2) per tahun. Dan dengan kapasitas tambahan, kami berharap dapat mengurangi emisi lebih lanjut hingga enam juta ton dalam empat tahun ke depan, dan untuk 12 juta ton pada tahun 2030,” pungkas dia.

Selanjutnya: Ini penyebab turunnya rasio pembayaran utang pada kuartal III-2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×