kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pertamina Akui Langsung Bertemu Inpex Bahas Pengembangan Blok Masela


Selasa, 25 Juli 2023 / 16:58 WIB
Pertamina Akui Langsung Bertemu Inpex Bahas Pengembangan Blok Masela
ILUSTRASI. PT Pertamina Hulu Energi dan Petronas Masela Sdn.Bhd menandatangani pengalihan Participating Interest (PI) dari Shell, Selasa (25/7).  


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - TANGERANG SELATAN. PT Pertamina langsung gerak cepat menemui manajemen Inpex untuk berkoordinasi perihal akselerasi pengembangan Blok Masela.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menjelaskan setelah lebih dari 10 tahun Blok Masela belum dikembangkan, pada akhirnya Pertamina dan Petronas menandatangani akuisisi atau pembelian 35% hak partisipasi milik Shell.

“Komitmen Pertamina setelah penandatanganan ini kita akan bergerak cepat untuk melakukan pengembangan. Jadi tadi sudah langsung kami melakukan koordinasi dengan manajemen dari Inpex sebagai partner di Blok Masela ini,” ujar Nicke di ICE BSD, Selasa (25/7).

Nicke mengungkapkan, pertemuannya dengan Inpex membahas dua hal. Pertama, mengenai komitmen Pertamina melakukan akselerasi pengembangan Blok Masela sesuai dengan yang diharapkan pemerintah.

“Pemerintah berharap Blok Masela bisa on stream di 2029, ini suatu tantangan yang luar biasa,” ujarnya.

Baca Juga: Ini Alasan Petronas Tertarik Masuk di Blok Masela

Sebelumnya Inpex dan Shell merencanakan proyek ini baru bisa on stream pada 2031-2032. Artinya, pemerintah meminta Blok Masela bisa memulai produksi gasnya lebih cepat dua tahun hingga tiga tahun.

Menurutnya, inilah yang harus diupayakan bersama dengan Inpex, Petronas, dan Pemerintah untuk melakukan usaha terbaik demi mengakselerasi proyek ini.

Pembahasan kedua mengenai regulasi baru di mana setiap blok migas harus menerapkan teknologi carbon capture storgae (CCS). Nicke menyatakan, khususnya di Blok Masela teknologi CCS merupakan hal pertama yang harus segera diterapkan.

“Jadi di dalam program kerjanya harus kita tambahkan untuk CCS ini,” tandasnya.

Nicke menjelaskan, sebelum final investment decission (FID) didapatkan, pihaknya harus menyelesaikan FEED terlebih dahulu. Proses FEED hingga mendapatkan FID membutuhkan waktu paling lama dua tahun. Diharapkan FID bisa didapatkan Pertamina pada 2026. 

Nicke menjelaskan bahwa ke depannya Lapangan Abadi Blok Masela berpotensi menyerap hingga 10.000 tenaga kerja. Pengembangan Blok Masela diharapkan dapat membantu percepatan pengembangan area lokal sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan dapat menyerap tenaga kerja lokal. Hal ini tentunya akan berdampak langsung pada pengembangan ekonomi di wilayah Indonesia Timur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×