kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.119   89,00   0,49%
  • IDX 5.875   1,52   0,03%
  • KOMPAS100 763   0,04   0,01%
  • LQ45 582   -0,45   -0,08%
  • ISSI 203   0,01   0,01%
  • IDX30 330   -0,87   -0,26%
  • IDXHIDIV20 408   -2,80   -0,68%
  • IDX80 87   0,13   0,15%
  • IDXV30 110   -0,63   -0,57%
  • IDXQ30 106   -0,67   -0,63%

Pertamina Gandeng Boeing Kembangkan Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan


Kamis, 09 Juli 2026 / 14:05 WIB
Pertamina Gandeng Boeing Kembangkan Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan
ILUSTRASI. Gedung kantor pusat Pertamina (Dok/Pertamina)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) menjalin kerja sama dengan Boeing untuk mempercepat pengembangan industri Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan di Indonesia.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan sekaligus mendorong target emisi nol bersih (net zero emissions).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU). Dalam kemitraan ini, Pertamina dan Boeing akan mengeksplorasi berbagai peluang pengembangan ekosistem SAF di Indonesia.

Baca Juga: Pertamina dan BGN Olah Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Rendah Karbon

Ruang lingkup kerja sama mencakup identifikasi sumber bahan baku (feedstock), pengembangan teknologi produksi SAF, hingga dukungan dalam penyusunan kebijakan yang dapat mempercepat pertumbuhan industri bahan bakar penerbangan ramah lingkungan.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya industri SAF yang berdaya saing sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

"Kami yakin kolaborasi ini akan mempercepat pengembangan industri SAF yang kompetitif dan menciptakan nilai yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia," ujar Simon dalam keterangannya, Rabu (9/7/2026).

Di sisi lain, Boeing menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan penerbangan berkelanjutan di kawasan.

Proyeksi Boeing menunjukkan lalu lintas penumpang di Asia Tenggara akan tumbuh sekitar 7% per tahun hingga 2044.

Baca Juga: Jepang Gencar Kumpulkan Minyak Jelantah untuk Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

Pertumbuhan tersebut diperkirakan mendorong kebutuhan hampir 4.900 pesawat baru, sehingga penggunaan SAF dinilai akan menjadi salah satu solusi penting untuk menekan emisi karbon dari sektor penerbangan.

Pertamina sendiri telah mengembangkan sejumlah inisiatif SAF, mulai dari produksi dan sertifikasi bahan bakar tersebut, pemanfaatannya oleh anak usaha Pelita Air, hingga pembangunan proyek Biorefinery Cilacap yang memproduksi SAF berbahan baku minyak jelantah dan limbah berkelanjutan lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×