Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) mengapresiasi langkah Kementerian Perindustrian dalam menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku kemasan plastik di tengah tekanan rantai pasok global.
Ketua Umum GAPMMI, Adhi S. Lukman, menilai jaminan pasokan kemasan plastik menjadi krusial bagi ketahanan industri makanan dan minuman nasional, terutama di tengah dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan di kawasan Selat Hormuz.
Menurut Adhi, upaya pemerintah dalam mengintegrasikan industri hulu petrokimia dan industri hilir menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan ekosistem industri. Sinergi tersebut dinilai penting agar industri makanan dan minuman tetap tangguh menghadapi ketidakpastian global.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Optimalkan Armada dari Galangan Kapal Nasional untuk Pasok BBM
Ia menambahkan, kemasan bukan sekadar pelengkap, melainkan elemen vital dalam sistem pangan nasional. Kemasan berfungsi menjaga mutu dan keamanan produk, memperpanjang masa simpan, serta memastikan kelancaran distribusi dari produsen hingga konsumen.
“Tanpa kemasan yang memadai, risiko kerusakan produk meningkat, efisiensi distribusi terganggu, dan pada akhirnya dapat melemahkan ketahanan pangan nasiona,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (17/4/2026).
GAPMMI juga menyoroti pentingnya komitmen bersama antara industri hulu dan hilir untuk menjaga kesinambungan pasokan kemasan plastik, terutama bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang dinilai paling rentan terhadap gejolak harga dan kelangkaan bahan baku.
Adhi mengatakan, kepastian pasokan akan membantu IKM menjaga keberlanjutan usaha, mempertahankan daya saing, serta menahan lonjakan biaya produksi.
Di sisi lain, GAPMMI mencatat adanya tekanan logistik global yang menyebabkan waktu pengiriman bahan baku meningkat dari sekitar 15 hari menjadi 50 hari. Kondisi ini mendorong perlunya evaluasi dan relaksasi kebijakan dalam situasi tertentu.
“Langkah ini penting untuk mengurangi beban industri, sekaligus menjaga keterjangkauan harga produk makanan dan minuman bagi konsumen. Fokus kami adalah memastikan masyarakat tetap mendapatkan produk yang berkualitas, aman, dan sesuai dengan daya beli,” jelasnya.
Ke depan, GAPMMI mendukung upaya pemerintah memperkuat kemandirian industri petrokimia nasional, termasuk melalui diversifikasi sumber bahan baku dan pengurangan ketergantungan impor.
Baca Juga: Novo Nordisk Gandeng OpenAI Percepat Pemanfaatan AI di Sektor Kesehatan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













