Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mulai menyalakan mesin pengembangan panas bumi di Sumatra. Di awal tahun, emiten yang kerap disebut dengan PGE ini telah melakukan kick-off meeting pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW).
Kini pengembangan PLTP Lumut Balai memasuki tahap lanjutan. Kali ini PGEO akan berfokus pada penguatan persiapan infrastruktur di Cluster 19 dan Cluster E. Tahap ini merupakan langkah krusial sebelum memasuki tahap pengeboran.
Pada tahap ini, PGE telah menandatangani kontrak pekerjaan infrastruktur, mencakup pembangunan well pad (tapak sumur) dan akses jalan, yang menjadi fondasi bagi pelaksanaan tahap pengeboran dan mendukung mobilitas alat berat di area proyek.
Baca Juga: MRT Jakarta Rekayasa Lalu Lintas di Stasiun Kota Pada 6–9 Maret 2026, Cek Rutenya
Mobilisasi kru konstruksi dan peralatan telah dilakukan sejak Februari sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan operasional proyek menuju dimulainya program pengeboran yang dijadwalkan berlangsung pada kuartal II 2026. Lingkup pekerjaan turut dirancang dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja, kepatuhan terhadap regulasi, serta pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Andi Joko Nugroho dalam rilis Jumat (6/3/2026) mengatakan, fase ini adalah momen penting yang menandai peralihan dari rencana ke aksi nyata di lapangan.
“Ditandatanganinya kontrak pekerjaan infrastruktur di Cluster 19 dan Cluster E menegaskan komitmen PGE dalam membangun fondasi operasional yang kokoh. Dalam pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3, setiap tahapan dirancang secara terstruktur dan terukur untuk memastikan seluruh persiapan berjalan optimal," kata Andi.
Dengan demikian, Andi menyebut, ketika tahap pengeboran dimulai, seluruh aspek, baik teknis, operasional, maupun keselamatan kerja telah siap secara menyeluruh.
Pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 merupakan bagian dari strategi jangka panjang PGE dalam memperkuat kapasitas panas bumi nasional, sejalan dengan RUPTL 2025–2034 serta proyek prioritas yang tercantum dalam Blue Book 2025–2029 Kementerian PPN/Bappenas.
Saat ini, PGE mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW yang tersebar di enam wilayah operasi, serta tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis lainnya, antara lain PLTP Hululais Unit 1 dan 2 berkapasitas 110 MW, serta beberapa proyek co-generation bekerja sama dengan PLN Indonesia Power dengan total kapasitas mencapai 230 MW.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













