kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.345.000 -0,88%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pertamina Ingin Tambah Mitra Kembangkan Blok Masela, Ini Kata Kementerian ESDM


Sabtu, 02 September 2023 / 08:20 WIB
Pertamina Ingin Tambah Mitra Kembangkan Blok Masela, Ini Kata Kementerian ESDM


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengemukakan PT Pertamina telah memberitahukan niatnya untuk menambah mitra untuk mengembangkan Blok Masela. 

Sebagai informasi, setelah Shell resmi hengkang, hak partisipasi Lapangan Gas Abadi Masela dimiliki 65% oleh Inpex Masela Ltd., kemudian 20% oleh Pertamina, dan 15% oleh Petronas Masela Sdn. Bhd. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan, kemarin Pertamina telah melakukan kajian bahwa pengembangan Lapangan Abadi Masela cukup kompleks sehingga membutuhkan kompetensi khusus. 

Baca Juga: Ini Konsekuensi Jika Blok Masela Tidak Produksi pada 1 Januari 2030

“Nah untuk itu terbukalah itu (opsi menambah mitra baru) supaya lapangan ini bisa digarap seoptimal mungkin,” ujarnya saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (1/9). 

Arifin menyatakan, targetnya Blok Masela dapat memproduksi LNG sebanyak 9,5 juta ton per tahun. 

Namun sayang, ia belum bisa memberikan keterangan lebih jauh perihal siapa mitra baru Pertamina yang akan merapat ke Blok Masela. 

“Ya sudah pastilah (Pertamina memulai penjajakan ke mitra baru),” ujarnya tanpa memberikan komentar lebih jauh. 

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menyatakan, pada prinsipnya ESDM menudukung ide Pertamina untuk menambah mitra baru. 

“Ini bisa saja dilakukan tetapi sifatnya business to business (B2B) dalam rangka mengurangi risiko karena Masela sangat besar,” ujarnya di Gedung DPR RI, Kamis (31/8). 

Melalui upaya pengelolaan bersama, lanjut Tutuka, diharapkan risiko bisa jadi lebih kecil. Risiko yang dimaksud Tutuka ialah, pengembangan LNG yang dipindah dari off-shore ke on-shore sehingga hasil produksi gas akan dialirkan dengan pipa panjang. Dalam hal ini, Pertamina dan Inpex belum memiliki pengalaman. 

“Kalau ada perusahaan yang capable reputasinya, terbukti di situ, ingin diajak dan mereka bersedia, ya kita bisa mengerti dan mendukungnya,” terangnya. 

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Dwi Soetjipto mengingatkan aksi penambahan mitra baru di Blok Masela jangan sampai menghambat proyek. 

“Kita fokus untuk mengembangkan, memang membutuhkan uang cukup besar maka ngajak-ngajak yang lain ya silahkan saja, tetapi tidak boleh menghambat proyek. Kita sudah sepakat semua, 2029 sudah harus onstream,” tegasnya.  

Belum lama ini, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan, peluang masuknya mitra baru cukup terbuka untuk menjamin pengembangan Blok Masela berjalan lancar.

Baca Juga: Pertamina Buka Peluang untuk Menambah Mitra di Blok Masela

"Sampai hari ini 65% hak partisipasi Inpex, Pertamina 20% dan Petronas 15%. Tidak menutup kemungkinan pihak lain masuk yang tentu akan melengkapi kompetensi dari blok ini," kata Nicke dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI, Rabu (30/8).

Nicke menjelaskan, dalam pelaksanaannya, pengembangan Blok Masela cukup teknis dan rumit. Untuk itu, kehadiran mitra baru dinilai dapat memberikan jaminan pengembangan Masela berjalan dengan baik.

Nicke menambahkan, saat ini seluruh pihak tengah mematangkan revisi rencana pengembangan Blok Masela dengan memasukkan implementasi Carbon Capture Utilization & Storage (CCUS).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×