Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) resmi menyatukan tiga lini bisnis hilir ke dalam satu entitas Subholding Downstream. Tiga entitas yang digabungkan yakni PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), serta segmen bisnis PT Pertamina International Shipping (PIS).
Dalam skema penggabungan ini, PPN ditetapkan sebagai entitas penerima merger. Proses integrasi dilakukan melalui evaluasi menyeluruh, termasuk benchmarking terhadap praktik perusahaan minyak dan gas global.
Penyatuan bisnis hilir dirancang untuk membentuk ekosistem terintegrasi, mulai dari pengolahan di kilang, distribusi dan logistik energi, hingga pemasaran produk ke masyarakat.
Dengan rantai pasok yang menyatu, Pertamina menargetkan peningkatan keandalan pasokan, perluasan akses energi ke seluruh wilayah, produk yang sesuai kebutuhan dan ramah lingkungan, serta harga yang lebih kompetitif.
Baca Juga: Pertamina Bakal Groundbreaking Kilang Bioavtur 6.000 Bph di Cilacap Besok (6/2)
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan, integrasi hilir bertujuan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat kepastian pasokan energi nasional.
Menurutnya, sistem yang terintegrasi memungkinkan koordinasi antarfungsi berjalan lebih cepat, pengambilan keputusan lebih efektif, dan alokasi investasi yang lebih optimal.
“Di tengah perubahan geopolitik, tuntutan transisi energi, dan persaingan global yang semakin ketat, Indonesia membutuhkan Pertamina yang lincah, kuat, dan terintegrasi. Ketika kilang, distribusi, logistik, dan pemasaran bekerja sebagai satu sistem, redundansi dapat dihilangkan dan layanan kepada masyarakat dipercepat,” ujar Simon dalam keterangan resmi, Kamis (5/2/2026).
Melalui Subholding Downstream, Pertamina juga menargetkan akselerasi transisi energi dengan pengembangan portofolio bahan bakar rendah karbon.
Integrasi ini diklaim tidak akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat, mitra bisnis, maupun pekerja, dan justru memperkuat kolaborasi lintas fungsi dalam penyediaan energi nasional.
Baca Juga: Pertamina Resmi Satukan Patra Niaga, KPI, dan PIS dalam Subholding Downstream
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menambahkan, penggabungan bisnis hilir yang berlaku efektif per 1 Februari 2026 menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendukung Asta Cita swasembada energi.
“Integrasi ini bukan sekadar perubahan organisasi, melainkan penguatan fondasi Pertamina sebagai soko guru penyediaan energi nasional,” kata Baron.
Dengan langkah ini, Pertamina diharapkan mampu menghadapi tantangan global sekaligus mendorong ketahanan energi nasional melalui sistem yang lebih efisien dan terintegrasi.
Selanjutnya: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (6/2) Jabodetabek, Waspada Hujan Lebat di Sini
Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (6/2) Jabodetabek, Waspada Hujan Lebat di Sini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













