CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.635   69,00   0,39%
  • IDX 6.491   -98,43   -1,49%
  • KOMPAS100 854   -12,54   -1,45%
  • LQ45 647   -9,36   -1,43%
  • ISSI 226   -4,13   -1,80%
  • IDX30 359   -5,35   -1,47%
  • IDXHIDIV20 447   -5,12   -1,13%
  • IDX80 97   -1,44   -1,46%
  • IDXV30 125   -1,42   -1,12%
  • IDXQ30 115   -1,71   -1,46%

Pertamina Kumpulkan Minyak Jelantah dari SPPG hingga Kopdes untuk Bahan Baku SAF


Jumat, 11 September 2026 / 11:01 WIB
Pertamina Kumpulkan Minyak Jelantah dari SPPG hingga Kopdes untuk Bahan Baku SAF
ILUSTRASI. Kapasitas produksi SAF di Kilang Cilacap (ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Patra Niaga mengumpulkan minyak jelantah atau used cooking oil (UCO), salah satunya melalui pembelian dari Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Adapun pengumpulan UCO dilakukan untuk nantinya diolah menjadi produk bernilai tinggi avtur ramah lingkungan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) guna memperkuat ketahanan energi.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga, Hermawan Budiantoro mengatakan, Pertamina melakukan dua skema bisnis untuk memasok UCO, yakni business-to-consumer (B2C) dan business-to-business (B2B).

Baca Juga: Agrinas Palma-Pertamina Pacu Pengembangan Bioenergi Terintegrasi

"Yang pertama itu adalah skema business-to-customer ya, jadi dari masyarakat, komunitas, ya kita collecting UCO-nya, minyak jelantah tadi," ujar Hermawan dalam temu media nasional di Cilacap, Kamis (10/9).

Untuk skema B2C, Pertamina mengandalkan fasilitas pengumpulan yang tersedia di sejumlah lokasi.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan dalam volume yang lebih besar, Pertamina juga menggandeng berbagai pihak melalui skema B2B.

UCO yang terkumpul dari kedua skema tersebut kemudian akan menjalani proses treatment dan pretreatment sebelum digunakan dalam proses co-processing di Kilang Cilacap.

Hermawan menjelaskan, produksi SAF di Kilang Cilacap menggunakan kerosin dari eks Crude Distillation Unit (CDU) II sebagai bahan utama. Porsi kerosin tersebut mencapai sekitar 97% dari volume bahan baku.

Sementara itu, UCO yang telah dikumpulkan akan dikirim menuju kilang menggunakan tangki. Pertamina juga telah menyiapkan fasilitas penerimaan UCO di Kilang Cilacap.

Setelah tiba di kilang, UCO akan melalui proses penyaringan sebelum kemudian diinjeksi ke unit Treated Distillate Hydrotreating (TDHT) Kilang Cilacap. Selanjutnya, produk hasil pengolahan akan ditampung di tangki SAF.

Pertamina menargetkan peningkatan porsi UCO dalam produksi SAF dari sekitar 2,4% saat ini menjadi 3% volume.

Baca Juga: Penjualan IZZI Tembus 100 Unit, Sinar Mas Land Hadirkan SPAZZIA di Tahap 2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×