kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pertamina Minta Kompensasi BBM Bersubsidi


Minggu, 02 Mei 2010 / 19:19 WIB
Pertamina Minta Kompensasi BBM Bersubsidi


Reporter: Fitri Nur Arifenie |

JAKARTA. PT Pertamina (Persero) meminta pemerintah memberi kompensasi untuk pengadaan dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Soalnya, perusahaan ini menombok cukup besar dalam melaksanaan program tersebut.

"Kami akan meminta kompensasi dari pemerintah atas kerugian Pertamina menjalankan distribusi BBM subsidi 2009 kemarin. Kami tidak mau rugi, perlu ada kompensasi dari pemerintah," kata Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan.

Tahun lalu, kata Karen, Pertamina harus nombok Rp 6,9 triliun dan sepanjang kuartal I 2010, Pertamina sudah merugi Rp 456 miliar.

Makanya, Karen menyatakan, mereka akan meminta kompensasi agar Pertamina tidak menombok. Bentuk kompensasi yang akan mereka minta, antara lain pengurangan pembayaran dividen kepada negara dan juga pemotongan pajak.

Cuma, Karen buru-buru menegaskan, seluruh opsi tersebut terlebih dulu akan dibawa ke Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina pada 6 Mei mendatang sebelum diajukan ke pemerintah.

Sebagai catatan, selama ini dividen Pertamina memang menjadi sumber setoran dividen terbesar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Perusahaan ini bahkan langganan menyumbang lebih dari separuh setoran dividen di APBN.

Selain mengurangi setoran dividen serta potongan pajak, Karen bilang, Pertamina akan minta pemerintah menaikkan margin (alpha) distribusi BBM bersubsidi dari Rp 556 per liter menjadi Rp 662 per liter.

Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu enggan berkomentar tentang permintaan Pertamina yang juga harus dibahas bersama Kementerian Keuangan itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×