kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.019   56,00   0,31%
  • IDX 5.749   53,50   0,94%
  • KOMPAS100 746   10,28   1,40%
  • LQ45 567   9,81   1,76%
  • ISSI 199   0,58   0,29%
  • IDX30 321   5,42   1,72%
  • IDXHIDIV20 396   6,79   1,75%
  • IDX80 85   1,22   1,47%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,58   1,55%

Pertamina MOR III: Tingkat konsumsi BBM dan LPG mulai membaik


Selasa, 09 Juni 2020 / 12:35 WIB
ILUSTRASI. Konsumsi BBM di awal Juni mulai meningkat


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

Menyadari tingkat konsumsi yang semakin membaik, Dewi memastikan pasokan BBM di masa transisi ini aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Jawa bagian Barat.

Ia menjelaskan, dalam wilayah MOR III ini, yakni Provinsi DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat, pasokan gasoline dan gasoil sangat mencukupi dimana ketersediaan stok BBM lebih dari 21 hari, atau di atas ketahanan stok nasional.

Sementara itu, pada konsumsi LPG untuk sektor rumah tangga, yakni produk LPG subsidi 3 kilogram (Kg), Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg, mencapai 7.126 Metric Ton (MT) per hari. Konsumsi ini relatif sama dibandingkan konsumsi pada kondisi normal yaitu 7.150 MT per hari.

“Kami memastikan stok LPG Pertamina mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Sejak pandemik Covid-19, konsumsi LPG di sektor rumah tangga bergerak variatif. Ada kenaikan LPG subsidi di beberapa wilayah. Namun untuk LPG Non Subsidi cenderung turun terutama di wilayah Jakarta. Pasalnya, beberapa warga yang semula berdomisili di Jakarta, kembali ke kampung asalnya. Selain itu, tutupnya beberapa usaha kuliner dan restoran karena tidak beroperasi selama masa PSBB,” jelas Dewi.

Baca Juga: Usai Ombudsman ketemu Pertamina, pupus harapan harga BBM turun

Dewi menambahkan, tidak hanya kesiapan BBM dan LPG, ketersediaan pasokan avtur merespon kebutuhan maskapai pesawat udara yang mulai kembali beroperasi juga dalam kondisi aman dengan ketahanan stock 50 hari.

Disisi lain, Dewi mengungkapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 juga terus digalakkan di lembaga penyalur resminya seperti SPBU, agen, dan pangkalan, serta unit operasi Perusahaan.

Ia menjelaskan, pada lokasi SPBU, petugas wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker dan sarung tangan, serta tidak lupa mengkonsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.




TERBARU

[X]
×