CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Pertamina - Petronas sepakati supply agreement dengan potensi transaksi US$ 1 miliar


Selasa, 18 Februari 2020 / 19:26 WIB
ILUSTRASI. Vice President Corcomm Pertamina Fajriyah Usman


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) dan Petronas menandatangani Perjanjian Framework Jual Beli Minyak Mentah tahun 2020. Kerjasama tersebut merupakan salah satu rangkaian kesepakatan yang telah ditandatangani kedua perusahaan pada Februari 2019.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyatakan, kerjasama ini ditujukan untuk membangun kolaborasi dan kemitraan jangka panjang yang memberikan benefit bagi kedua belah pihak. Pertamina, lanjut Fajriyah, memiliki ladang minyak di Malaysia, begitu juga Petronas, memiliki ladang minyak di Indonesia.

Baca Juga: Pembentukan BUMN khusus pengelola migas dapat mempercepat target produksi nasional

Sehingga, kedua perusahaan dapat bersinergi untuk mensuplai hasil produksi minyak mentah ke kilang domestik di masing-masing negara yang secara geografis lebih dekat dengan sumber kargo sehingga lebih efisien logistiknya.

“Kerjasama ini sebagai bagian dari upaya Pertamina meningkatkan ketahanan energi nasional melalui optimalisasi supply chain minyak mentah yang efisien oleh kedua belah pihak,” ujar Fajriyah dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/2).

Apalagi, saat ini Pertamina sedang melakukan optimalisasi kilang serta pembangunan megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan Grass Root Refinery (GRR). "Sehingga kerjasama ini memiliki nilai strategis untuk pengembangan bisnis di masa depan," sambung Fajriyah.




TERBARU

[X]
×