kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45961,84   -17,31   -1.77%
  • EMAS984.000 -1,50%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Pertamina-PLN dirikan pusat riset Indonesia Energy and Electricity Institute


Jumat, 13 November 2020 / 19:57 WIB
Pertamina-PLN dirikan pusat riset Indonesia Energy and Electricity Institute
ILUSTRASI. Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (kanan),


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) menjalin sinergi dengan PT PLN (Persero) untuk membangun pusat riset energi.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pembentukan Indonesia Energy and Electricity Institute (IEEI) oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini, disaksikan Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Jumat (13/11).

Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin mengatakan pembentukan IEEI ini merupakan sinergi BUMN di Indonesia dalam hal joint research yang pertama di Indonesia dalam sektor energi dan ketenagalistrikan.

Baca Juga: Kualitas udara Tangsel diklaim membaik seiring program Langit Biru Pertamina

IEEI akan menjadi pusat riset energi mengenai trend teknologi dan perkembangannya, membangun database untuk kegiatan riset dan kajian di bidang kebijakan dengan memperhatikan sumber daya alam Indonesia, serta berperan aktif dalam advokasi di bidang energi hingga level global dari perspektif Indonesia dalam penyusunan regulasi.

"IEEI diharapkan dapat menjadi national thought leader dan regional thought leader yang dapat menjadi basis dan rujukan riset-riset di sektor energi dan ketenagalistrikan dalam hal technical research, policy research serta menjadi Global Platform Energy,” ujar Budi lewat keterangan tertulisnya, Jum'at (13/11).

Menurut Budi, energi memberikan dampak yang sangat besar dalam peradaban manusia, sehingga transisi energi juga akan memberikan dampak yang masif pada peradaban manusia.

“Dalam transisi ini tentunya ada negara atau perusahaan yang survive dan kalah, harapan saya Pertamina dan PLN menjadi perusahaan yang survive dalam transisi energi ini,” imbuhnya.

Budi berharap, Pertamina dan PLN dapat melaksanakan studi bersama serta mempertajam organisasi yang dibentuk dengan memperhatikan isu-isu terkini di transisi energi dan transformasi serta digitalisasi energi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati bilang, IEEI diharapkan dapat memberikan lebih banyak pemikiran untuk transisi energi ke depan. Apalagi, pandemi Covid-19 telah mengakselerasi transisi energi global sedemikian cepat.

"Sehingga Pertamina dan PLN sebagai garda terdepan dalam energi harus bergerak bersama untuk menjawab tantangan ini demi mencapai Availability, Accessibility, Affordability, Acceptability, dan Sustainability untuk memenuhi kedaulatan energi nasional,” ujar Nicke.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

Tag


TERBARU

[X]
×