kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45903,33   4,58   0.51%
  • EMAS1.313.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pertamina tuntaskan digitalisasi 225 SPBU di Sumbagsel


Jumat, 11 September 2020 / 11:02 WIB
Pertamina tuntaskan digitalisasi 225 SPBU di Sumbagsel


Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - PALEMBANG. PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) II Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) telah menuntaskan digitalisasi 225 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dari total 468 SPBU yang ditargetkan pemerintah.

SPBU yang telah terdigitalisasi terdiri dari 29 SPBU di Bangka Belitung, 28 SPBU di Bengkulu, 33 SPBU di Jambi, 57 SPBU di Lampung, dan 78 SPBU di Sumatera Selatan. Sementara sisanya masih dalam proses persiapan serta pemasangan sejumlah perangkat pendukung.

Program digitalisasi SPBU merupakan upaya Pertamina untuk mengoptimalkan layanan kepada konsumen dengan memantau ketersediaan, penjualan BBM, dan transaksi di SPBU dengan data yang realtime.

Konsep digitalisasi adalah dengan merekam seluruh data transaksi dan stok SPBU secara akurat pada waktu yang faktual, di mana dari setiap nozzle/selang pengisian BBM ke kendaraan konsumen dibuatkan sesuai sistem sedemikian rupa, sehingga secara langsung dapat memberikan data konsumsi dan penjualan setiap SPBU.

Data tersebut nantinya dapat dipantau melalui sistem yang bisa diakses oleh pemerintah yang berkaitan dengan data dan pengawasan konsumsi BBM seperti Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan BPH Migas.

Baca Juga: Dorong peningkatan TKDN pembangunan Pertashop, Pertamina gaet 9 perusahaan

Region Manager Comrel & CSR Pertamina Sumbagsel Dewi Sri Utami menyampaikan, digitalisasi SPBU juga akan memberikan kemudahan layanan kepada konsumen. Pertamina pun dapat memantau ketersediaan atau stok BBM di suatu SPBU, mengetahui data penjualan jenis BBM, dan besaran transaksinya.

Sistem ini terintegrasi secara nasional, sehingga kantor pusat Pertamina dapat memonitor keseluruhan proses penyaluran BBM secara langsung melalui monitor atau integrated dashboard, terutama data penyaluran BBM bersubsidi dan penugasan. "Diharapkan Pertamina dan pemerintah yang berwenang mengakses data tersebut dapat bersama-sama meningkatkan pengawasan penyaluran BBM, termasuk BBM bersubsidi agar tepat sasaran sekaligus melakukan pendataan konsumsi,” kata Dewi dalam siaran pers yang diterima Kontan, Jumat (11/9).

Dengan program digitalisasi ini, Pertamina bisa langsung mengetahui jika terdapat SPBU yang akan kehabisan bahan bakar, maka dapat segera ditindaklanjuti dengan upaya pengiriman BBM ke SPBU yang bersangkutan. Digitalisasi juga mewujudkan cashless payment antara Pertamina dengan pemilik SPBU, serta pemilik SPBU dengan konsumen.

"Tujuan utama sistem ini adalah pendataan secara menyeluruh, sehingga Pertamina dapat meningkatkan pelayanan kepada konsumen setianya secara maksimal dan memastikan agar konsumen menerima BBM sesuai dengan haknya. Selain itu, Pertamina dapat memantau stok BBM di tangki penyimpanan SPBU, jumlah BBM yang dikeluarkan melalui nozzle, dan pendapatan dari penjualan BBM," pungkas Dewi.

Selanjutnya: Gencar ekspansi, Pertamina hadirkan 28 titik Pertashop di Kalimantan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×