kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.009   46,00   0,26%
  • IDX 5.784   88,98   1,56%
  • KOMPAS100 751   15,79   2,15%
  • LQ45 569   12,23   2,20%
  • ISSI 200   1,84   0,93%
  • IDX30 322   6,70   2,12%
  • IDXHIDIV20 396   7,12   1,83%
  • IDX80 85   1,75   2,09%
  • IDXV30 108   1,45   1,36%
  • IDXQ30 104   1,70   1,66%

Pertumbuhan industri farmasi tetap optimis meski rupiah melemah


Selasa, 27 Maret 2018 / 13:16 WIB
Pembukaan pameran farmasi CPhI South East Asia 2018


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kemungkinan bakal menyebabkan tingginya harga bahan baku obat dan produk farmasi. Maklum, hampir 90% lebih bahan baku masih didapat dari impor. Meski begitu, pemerintah masih optimistis industri farmasi tetap bisa tumbuh.

Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Maura Linda Sitanggang merasa tak khawatir pelemahan rupiah akan berdampak pada pertumbuhan industri farmasi. "Sebab yang namanya persediaan obat tetap harus terpenuhi," ujarnya ditemui usai peresmian pameran farmasi, Selasa (27/3).

Permintaan obat-obatan yang tak pernah turun menjadi optimisme pemerintah bahwa industri ini masih terus berkembang. "Tahun lalu saja pangsa pasarnya sekitar Rp 72 triliun. Tiap tahunnya diprediksi bisa tumbuh 10% untuk produk farmasi saja," beber Linda.

Linda juga masih optimistis investasi di dalam negeri masih terus berlanjut dan tak goyah karena persoalan rupiah ini. "Investasi bisa bermacam-macam tapi saat ini lebih condong ke produksi yang added value-nya tinggi," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×