kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

Pertumbuhan listrik loyo, BUMN diminta pakai listrik dari PLN


Sabtu, 07 Maret 2020 / 07:55 WIB


Reporter: Filemon Agung | Editor: Tendi Mahadi

Tak sampai di situ, Kementerian ESDM juga telah mempertemukan PLN dan pihak Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri, pariwisata khusus dan sektor perikanan. "(Potensinya) 16-an GW, lebih besar karena lebih banyak dan itu yang harus dikejar sama teman-teman PLN, ada (PLN) regional kan," ujar Rida.

Bahkan Rida mengungkapkan, sejak semula pihaknya telah menyurati sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) termasuk Pertamina agar proyek-proyek kilang yang ada menggunakan tenaga listrik dari PLN.

Baca Juga: Perusahaan Gas Negara (PGAS) teken kerjasama dengan pengusaha truk Indonesia

Dalam catatan Kontan.co.id, Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Djoko Abumanan menjelaskan sinkronisasi ini dinilai dapat membantu PLN untuk mengalami pertumbuhan. Kendati demikian, Djoko belum bisa mengemukakan besaran pertumbuhan yang disasar.

Djoko memastikan upaya sinkronisasi telah dimulai pada sejumlah proyek khususnya proyek kilang milik Pertamina seperti Kilang Tuban, Cilacap dan Balongan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×