kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pertumbuhan perkantoran di Jakarta mencapai 30%


Jumat, 18 Februari 2011 / 09:13 WIB
ILUSTRASI. Pada perdagangan Jumat (11/10), IHSG menguat 1,36%. Selama sepekan IHSG naik 0,73%.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Permintaan terhadap sektor perkantoran tampaknya semakin kinclong tahun ini. Berdasarkan data yang dirilis oleh PT Leads Property Services Indonesia, rata-rata pertumbuhan permintaan di sektor perkantoran pada tahun ini mencapai 20% - 30%.

Hal ini terjadi karena semakin membaiknya pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun terakhir ini yang mencapai 11% per tahun. Selain itu, kenaikan permintaan terhadap ruang perkantoran ini juga didorong oleh banyaknya perusahaan nasional dan multinasional yang akan melakukan ekspansi bisnis setelah menahan diri saat krisis global tahun 2008 lalu. Dengan demikian, hal itu diimbangi dengan peningkatan investasi dari luar negeri yang rata-rata mencapai 5% selama lima tahun terakhir. Di sisi lain, Investor lokal dari luar Jakarta juga bertumbuh 5% pada tahun 2010.

Menurut Hendra Hartono, CEO PT Leads Property Services Indonesia, permintaan terhadap sektor properti di daerah Central Bisnis District (CBD) pada tahun 2011 naik sekitar 30%. Sementara itu, Jumlah pembangunan perkantoran di daerah CBD mencapai 3.500 unit, dengan presentasi 3.100 unit berada di dalam CBD dan 40 unit berada di luar daerah segitiga emas.

Sementara ini harga perkantoran di daerah jalan Prof. Dr. Satrio masih sedikit lebih rendah dibanding dengan di daerah CBD Sudirman. Tapi pertumbuhan harga penjualan di kawasan Satrio selalu mengikuti pertumbuhan harga di daerah CBD Sudirman. Hendra melihat pasar perkantoran di kawasan Satrio kelak akan menjadi saingan utama perkantoran di kawasan CBD seperti, Sudirman, Gatot Subroto, Thamrin dan Rasuna Said.

Optimisme Hendra tak lepas dari rencana pembangunan jalan non tol Kampung Melayu - Tanah Abang oleh pemerintah DKI serta pembangunan superblok yang menawarkan kelengkapan fasilitas bila dibandingkan kawasan CBD lainnya. Dengan fasilitas-fasilitas ini, permintaan di perkantoran di kawasan Satrio akan meningkat.

Masih menurut Hendra sesudai acara Soft Launching premium office of Kuningan City, AXA TOWER di Jakarta Kamis (17/2), dengan adanya pembangunan jalan flyover non tol di sepanjang jalan Satrio, maka harga-harga perkantoran di daerah tersebut tumbuh tidak lebih dari 20%. "Saat ini harga tanah mencapai Rp 60 juta per meter persegi," imbuh Hendra. Menurutnya ke depan, daerah di sepanjang Jalan Prof. Dr. Satrio akan menjadi salah satu tempat perkantoran terbesar di Indonesia. Pertumbuhan properti perkantoran yang cerah memang tidak diimbangi dengan persediaan ruang kantor. Kenaikan persediaan ruang kantor pada akhir tahun 2011 lalu hanya mencapai 5%-8% per tahunnya.

Sementara itu, menurut Handaka Santosa, Vice President PT. Agung Podomoro Land. Tbk, pengembang kelas kakap ini akan terus melakukan pembangunan perkantoran di kawasan Satrio. Perkantoran milik Agung Podomoro ini berbentuk oval dengan luas total 60.978 meter persegi dan terdiri dari 62 lantai, dengan dua lantai khusus untuk parkir. "Pembangunan perkantoran ini telah mencapai lantai 23," tutur Handaka. Handaka menambahkan dari 32 lantai yang akan dibangun, 16 lantai low zone untuk disewakan dengan harga mulai dari US$ 20 per meter persegi dalam sebulan. Sementara itu, ke-16 lantai high zone untuk dijual dengan harga mulai dari US$ 2.350 per meter persegi.

Perkantoran ini rencananya akan dilengkapi dengan smart elevator dengan destination control system dan Hi-tech security system. Selain itu, disediakan area parkir yang luas sehingga mampu menampung kurang lebih 3.000 unit mobil. Sementara, multi-purpose hall berkapasitas sekitar 2.500 orang. Di sepanjang kawasan Satrio juga akan dibangun pedestrian yang nyaman seluas 10-20 meter, dan terhubung langsung dengan lifestyle entertainment Center Kuningan City.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×