kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Pesawat tak bisa mendarat di Jambi


Selasa, 28 Agustus 2012 / 12:57 WIB
Pesawat tak bisa mendarat di Jambi
ILUSTRASI. Pekerja membongkar muatan Semen Bosowa. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/04/02/2014


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAMBI. Kabut asap di wilayah Jambi, pada Selasa hari ini (28/8), semakin pekat dibanding hari-hari sebelumnya. Tak satu pun pesawat yang diizinkan mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi hingga pukul 11.00 WIB, demi alasan keamanan penumpang.

Sejak pukul 06.00 WIB hingga 11.00 WIB, kabut asap menebal. Koordinator Bidang Pengkajian dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG ) Jambi, Kurnianingsih mengatakan, kabut asap berasal dari kebakaran lahan dan hutan yang kemudian menghambat jarak pandang menjadi 800 meter.

Kabut asap sudah ini sudah muncul sejak 8 Agustus lalu, namun kepekatan kabut asap hari ini merupakan yang terburuk. "Hingga pukul 11.00 WIB, kami belum merekomendasikan pesawat dari Jakarta mendarat di Jambi. Untuk sementara, penumpang tetap menunggu di Jakarta hingga kondisi jarak pandang membaik," ujar Kurnianingsih.

Memburuknya jarak pandang akibat kabut asap, lanjut Kurnianingsih, terkait dengan upaya pemadaman di sejumlah lokasi kebakaran lahan dan hutan. Dalam beberapa hari terakhir, pemadaman lahan berlangsung di selatan Jambi.

Berkurangnya sumber api tersebut diikuti dengan meningkatnya jumlah asap. "Apinya mulai padam, tetapi asapnya yang semakin pekat," tambahnya. (Irma Tambunan/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×