kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Pesawat tak bisa mendarat di Jambi


Selasa, 28 Agustus 2012 / 12:57 WIB
ILUSTRASI. Pekerja membongkar muatan Semen Bosowa. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/04/02/2014


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAMBI. Kabut asap di wilayah Jambi, pada Selasa hari ini (28/8), semakin pekat dibanding hari-hari sebelumnya. Tak satu pun pesawat yang diizinkan mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi hingga pukul 11.00 WIB, demi alasan keamanan penumpang.

Sejak pukul 06.00 WIB hingga 11.00 WIB, kabut asap menebal. Koordinator Bidang Pengkajian dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG ) Jambi, Kurnianingsih mengatakan, kabut asap berasal dari kebakaran lahan dan hutan yang kemudian menghambat jarak pandang menjadi 800 meter.

Kabut asap sudah ini sudah muncul sejak 8 Agustus lalu, namun kepekatan kabut asap hari ini merupakan yang terburuk. "Hingga pukul 11.00 WIB, kami belum merekomendasikan pesawat dari Jakarta mendarat di Jambi. Untuk sementara, penumpang tetap menunggu di Jakarta hingga kondisi jarak pandang membaik," ujar Kurnianingsih.

Memburuknya jarak pandang akibat kabut asap, lanjut Kurnianingsih, terkait dengan upaya pemadaman di sejumlah lokasi kebakaran lahan dan hutan. Dalam beberapa hari terakhir, pemadaman lahan berlangsung di selatan Jambi.

Berkurangnya sumber api tersebut diikuti dengan meningkatnya jumlah asap. "Apinya mulai padam, tetapi asapnya yang semakin pekat," tambahnya. (Irma Tambunan/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×