kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Petani masih untung meski hargo CPO turun


Kamis, 05 Juni 2014 / 14:23 WIB
Petani masih untung meski hargo CPO turun
ILUSTRASI. Wall Street mixed pada perdagangan Senin (9/1) dan hampir flat karena ekspektasi The Fed akan kurang agresif dalam mengerek suku bunga REUTERS/Andrew Kelly


Reporter: Handoyo | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Turunnya harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tentu saja mempengaruhi harga jual tandan buah segar (TBS) dari petani sawit. Meski demikian, dengan harga TBS saat ini petani sawit masih memiliki keuntungan.

Setiyono, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspek PIR) menambahkan, di Riau harga TBS memasuki bulan Juni tercatat sebesar Rp 1.855 per kg. Sejak awal 2014 hingga pertengahan tahun ini, harga TBS di Riau paling tinggi terjadi pada bulan Maret.

Rata-rata harga jual TBS dari petani sawit pada bulan maret mencapai Rp 2.000 per kg. Pada bulan Maret tersebut, harga TBS petani sempat mencapai Rp 2.177 per kg. "Tetapi setelah itu kembali menurun lagi," kata Setiyono, Kamis (5/6).

Dengan harga yang terbentuk saat ini, Setiyono mengaku petani masih untung. Berdasarkan perhitungan, titik impas atau break even point (BEP) petani sawit untuk menjual TBS adalah dikisaran Rp 1.500 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×