kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

Peternak ayam minta pemerintah beri dukungan di tengah pandemi corona


Minggu, 03 Mei 2020 / 19:15 WIB
ILUSTRASI. Seorang peternak beraktivitas di kandang ayam di Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/4/2020). Harga ayam hidup di tingkat peternak di kawasan ini anjlok hingga Rp 10.000 per kilogram, di bawah harga ketentuan pemerintah yang berada pada kisaran Rp 19.000 - Rp 21


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Yudho Winarto

Artinya, meski jumlah rugi yang berkurang, peternak masih harus menanggung rugi sebesar Rp 4.000 per kg. Padahal, peternak biasanya untung di bulan Ramadhan.

Dengan adanya kondisi ini, Sugeng menilai dukungan dari pemerintah menjadi sangat diperlukan. Dalam hal ini, salah satu bentuk dukungan yang diharapkan di antaranya ialah dukungan dari segi penegakan aturan.

Menurut Sugeng, kondisi harga jual ayam di tingkat peternak saat ini tidak sesuai dengan harga acuan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 7 tahun 2020 tentang Harga Acuan Penjualan di tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen.

Baca Juga: Pelaku industri unggas prediksi permintaan bakal turun di bulan puasa ini

Asal tahu saja, beleid tersebut menetapkan harga batas bawah pembelian daging ayam ras dan telur ayam ras di tingkat peternak sebesar Rp 19.000 dan harga batas atas pembelian di peternak Rp 21.000 per kg.

Selain itu, bentuk dukungan lainnya yang juga diharapkan ialah dukungan dalam bentuk permodalan. Menurut Sugeng, bentuk dukungan yang demikian bisa memberikan ruang bagi kelompok peternak mandiri kecil untuk tetap bisa melakukan budidaya di tengah kondisi usaha yang sulit.

“Bentuknya bisa dengan cara pembiayaan berbunga murah yang dikeluarkan oleh perbankan atas rekomendasi pemerintah, misalnya,” kata Sugeng.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×