kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Petrokimia Gresik Bantu Dorong Produktivitas dan Pendapatan Petani Melon Pantura


Rabu, 08 April 2026 / 14:47 WIB
Petrokimia Gresik Bantu Dorong Produktivitas dan Pendapatan Petani Melon Pantura
ILUSTRASI. Petrokimia Gresik (Dok/Petrokimia Gresik)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Petrokimia Gresik mendorong produktivitas dan pendapatan petani melon Pantura melalui program “Pestani Melon Pantura” yang diikuti 210 petani. Program ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga 10% dan pendapatan rata-rata petani sebesar 15% per siklus budidaya.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menyebut program ini sebagai stimulus untuk mendorong kualitas dan hasil panen melon, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. “Inovasi, disiplin budidaya, dan penggunaan pupuk tepat mampu menghasilkan melon besar dan manis,” ujar Adit dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).

Pestani Melon Pantura merupakan kompetisi budidaya yang mencakup penanaman, perawatan, hingga panen, diikuti petani dari Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Ngawi, hingga Gresik. Peserta mendapat paket sarana produksi dari Petrokimia Gresik, termasuk Phonska Lite, K-Plus, Phonska Cair, Phosgreen, ZA Plus, dan Petro Biofertil.

Baca Juga: Ini Langkah Petrokimia Perkuat Pengamanan Pasokan Sulfur

Penilaian lomba berdasarkan berat buah, tingkat kemanisan (brix), dan dokumentasi budidaya, dengan target melon mendekati 5,4 kilogram, sejalan dengan peringatan 54 tahun Petrokimia Gresik pada 10 Juli 2026.

Hasilnya, produktivitas melon Pantura naik dari 18 ton menjadi 20 ton per hektare, sementara pendapatan petani mencapai rata-rata Rp22 juta per siklus. “Keberhasilan peserta diharapkan menjadi contoh bagi petani lain agar manfaat program ini lebih luas dan berkelanjutan,” tambah Adit.

Program Pestani Petrokimia Gresik di Pantura merupakan gelaran ketiga setelah sebelumnya menyasar petani kentang di Dieng Raya dan semangka di Tapal Kuda Jawa Timur, yang juga berhasil meningkatkan produktivitas hortikultura.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjadi mitra strategis petani, bukan hanya penyedia pupuk, tetapi sahabat dalam meningkatkan produktivitas, kualitas panen, dan kesejahteraan petani.

Baca Juga: Harga Bahan Baku Melejit, Industri Petrokimia Terancam

Juara 1 Pestani Melon Pantura, Suhartoyo, Kepala Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Tuban, mengatakan lomba ini memperluas wawasan petani menghadapi tantangan, termasuk cuaca ekstrem. “Produk Petrokimia Gresik meningkatkan berat dan kualitas melon dibanding musim sebelumnya, menjadi solusi terbaik bagi budidaya kami,” ujarnya.

Kegiatan apresiasi lomba juga menampilkan panen raya demonstration plot, penandatanganan mural sebagai simbol komitmen, pawai tumpeng melon, dan wiwarah—membagikan 540 kilogram melon hasil peserta lomba kepada masyarakat, jumlah yang sama dengan usia Petrokimia Gresik ke-54 tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×