Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan kimia asal Korea Selatan, Lotte Chemical Corp. Ltd. dikabarkan tengah menata ulang bisnis petrokimia luar negerinya dengan melepas sebagian aset dan kepemilikan di Malaysia, Indonesia, hingga Amerika Serikat (AS).
Langkah tersebut ditempuh di tengah tekanan kelebihan pasokan petrokimia global, terutama dari China. Kondisi ini membuat persaingan produk petrokimia komoditas semakin ketat dan menekan profitabilitas bisnis kimia dasar.
Mengutip Korea Economic Daily, pada Selasa (25/8/2026), Lotte Chemical telah menyampaikan rencana restrukturisasi bisnis petrokimia luar negeri kepada kreditur dan pemerintah Korea Selatan.
Perusahaan juga disebut tengah menjajaki calon pembeli dan menyiapkan skema pelepasan aset.
Baca Juga: Lotte Chemical Indonesia (LCI) Serap Nafta Rp 443 Miliar dari Entitas Grup
Melalui strategi tersebut, Lotte Chemical berupaya mengurangi eksposur terhadap bisnis kimia dasar yang memiliki margin rendah. Perusahaan selanjutnya akan mengalihkan fokus ke produk specialty dan petrokimia bernilai tambah tinggi.
Salah satu aset yang masuk dalam daftar prioritas adalah LC Titan, anak usaha Lotte Chemical di Malaysia.
Perusahaan tersebut diakuisisi Lotte Chemical pada 2010 dengan nilai sekitar 1,5 triliun won atau setara Rp17 triliun. Lotte Chemical menguasai 74,7% saham LC Titan.
Lotte Chemical sebelumnya juga telah berupaya menjual LC Titan pada 2024. Namun, proses tersebut tidak berlanjut setelah perusahaan belum menemukan calon pembeli yang sesuai.
Baca Juga: Tekan Biaya, Lotte Chemical Indonesia (LCI) Minta Bea Masuk LPG Jadi 0%
Kali ini, Lotte Chemical disebut mempertimbangkan penjualan fasilitas produksi di Malaysia melalui skema pengalihan aset dan kewajiban, bukan melalui penjualan saham secara langsung. Nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai hingga 700 miliar won.
Lepas saham LCI
Selain Malaysia, Lotte Chemical juga mempertimbangkan melepas sebagian kepemilikannya pada anak usaha yang mengelola fasilitas petrokimia di Indonesia, yakni Lotte Chemical Indonesia (LCI).
Fasilitas petrokimia LCI dibangun dengan total investasi sekitar 5,7 triliun won. Lotte Chemical disebut tengah menjajaki opsi menjual sebagian saham LCI kepada Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Baca Juga: Pasokan Terganggu, Lotte Chemical Indonesia (LCI) Pangkas Kapasitas Produksi
Negosiasi tersebut dilaporkan sempat mengalami percepatan setelah kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan pada April 2026. Namun, pembicaraan kemudian kembali tertunda di tengah konflik yang terjadi di Timur Tengah.
Rencana pelepasan aset tersebut menjadi bagian dari langkah Lotte Chemical memperbaiki struktur bisnisnya di tengah tekanan industri petrokimia global.
Perusahaan kini berupaya mengurangi ketergantungan pada produk komoditas dan memperbesar porsi bisnis dengan nilai tambah lebih tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














