kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

PGN batalkan RUPS tentang akuisisi Pertagas, ini penyebabnya


Jumat, 25 Mei 2018 / 20:29 WIB
PGN batalkan RUPS tentang akuisisi Pertagas, ini penyebabnya
ILUSTRASI. Penyaluran Gas PGN


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) membatalkan rencana untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) pada 29 Juni 2018 mendatang. Padahal, RUPS LB tersebut digelar untuk meminta restu pemegang saham untuk mengakuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) dalam rangka pembentukan Holding BUMN Migas.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, akhirnya buka suara terkait pembatalan RUPS LB tersebut. Rachmat membenarkan RUPS LB pada 29 Juni 2018 batal digelar oleh PGN.

"Iya, kan tadinya 29 Juni itu, kemungkinan besar dibatalkan karena masih dalam proses. Proses integrasi masih berlangsung," jelas Rachmat pada Jumat (25/5).

Salah satu yang menyebabkan RUPS LB batal karena sampai saat ini PGN dan Pertagas belum menyepakati nilai valuasi Pertagas, sehingga RUPS LB belum bisa dilaksanakan pada akhir Juni 2018.

"Masih pembahasan. Kalau valuasinya belum sepakat kan belum bisa," jelas Rachmat.

Biarpun belum sepakat terkait valuasi Pertagas, Rachmat memastikan akuisisi Pertagas oleh PGN akan tetap berjalan. Dia memastikan, PGN akan mengakuisisi Pertagas pada tahun ini juga.

Menurut Rachmat, akuisisi Pertagas akan tetap berjalan biarpun ada penolakan dari Serikat Pekerja Pertamina Gas. Penolakan Serikat Pekerja Pertagas juga tidak ada pengaruhnya terhadap pembatalan RUPS LB PGN.

"Tidak ada hubungannya ke sana. Ini murni karena pembahasan valuasi," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×