kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.992.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.008   36,00   0,21%
  • IDX 7.022   -114,92   -1,61%
  • KOMPAS100 967   -21,57   -2,18%
  • LQ45 714   -14,61   -2,01%
  • ISSI 244   -4,92   -1,97%
  • IDX30 388   -4,33   -1,10%
  • IDXHIDIV20 485   -2,12   -0,43%
  • IDX80 109   -2,57   -2,31%
  • IDXV30 132   0,44   0,33%
  • IDXQ30 126   -0,69   -0,54%

PHRI: Pebisnis Hotel Siapkan Paket Wisata untuk Dongkrak Okupansi pada Lebaran 2026


Senin, 16 Maret 2026 / 16:10 WIB
PHRI: Pebisnis Hotel Siapkan Paket Wisata untuk Dongkrak Okupansi pada Lebaran 2026
ILUSTRASI. Okupansi Hotel (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) pasang target peningkatan okupansi kamar pada momen libur lebaran tahun 2026.

Sekjen PHRI, Maulana Yusran menjelaskan bahwa setiap daerah dipastikan memiliki strategi khusus masing-masing untuk menarik wisatawan. Pebisnis tidak akan tinggal diam ketika masuk momen libur lebaran.

"Kita melihat bahwa setiap libur Lebaran itu juga menjadi target untuk perjalanan wisatawan, industri akomodasi itu sendiri tidak pernah akan tinggal diam," ujar Maulana Yusran saat dikonfirmasi, Senin (16/3/2026).

Baca Juga: PHRI Berharap ada Peningkatan Okupansi Hotel pada Momen Libur Lebaran 2026

Menurut Yusran, pebisnis pariwisata khususnya bidang perhotelan akan menyediakan sejumlah paket menarik yang membuat wisatawan tertarik berkunjung.

"Mereka juga memberikan paket-paket ya kan paket-paket aktivitas yang bisa men-trigger untuk apa namanya wisatawan itu datang," kata Yusran.

Kemudian, Yusran menjelaskan setiap momen lebaran tidak semua kota akan diuntungkan. Sebab, ada kegiatan mudik sehingga terdapat kota yang tidak mengalami hal itu. Salah satunya yakni kota Jakarta.

Tetapi, kota Jakarta justru dinilai lebih atraktif dalam menyiapkan strategi khusus dalam pemasaran.

"Mereka akan lebih atraktif untuk membuat paket seperti paket-paket staycation, gitu yang mereka lakukan. Kenapa? Karena mayoritas penduduk Jakarta itu kan adalah pendatang, di mana mereka pasti akan menjadi sumber pergerakannya mereka keluar," ucap Yusran.

Berbeda hal dengan kota yang ada di Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatra, dan Bali. Kota tersebut justru dimanfaatkan oleh wisatawan untuk berlibur.

"Nah tentu mereka harus memiliki satu program yang paket yang cukup kuat yang juga bisa apa memicu daripada wisatawan yang tidak pergi yang tidak pergi ke luar dari kota tersebut untuk bisa melakukan staycation," ungkapnya.

"Jadi semua lini bisnis dari sektor akomodasi itu pasti akan atraktif untuk membuat paket-paket tersebut," lanjut Yusran.

Baca Juga: Bazar Murah di Tengah Lonjakan Harga, Gramedia Gelar Ramadan Berkah Market 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×