Reporter: Zendy Pradana | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran berharap ada peningkatan signifikan ketika memasuki momen libur lebaran 2026.
Yusran menyebut ada tiga momen penting yang dijadikan target pebisnis pariwisata, khususnya bisnis perhotelan.
"Sebenarnya kalau kita bicara libur Lebaran di lingkup industri hotel akomodasi, memang dalam satu tahun itu kita mengenal apa ya, umumnya peningkatan okupansi itu terjadi di libur Lebaran, libur Nataru, dan liburan anak sekolah," ujar Maulana Yusran saat dikonfirmasi, Senin (16/3/2026).
Yusran menjelaskan khususnya untuk momen libur lebaran. Dia berharap terjadi peningkatan okupansi ketika memasuki libur lebaran.
Baca Juga: Bazar Murah di Tengah Lonjakan Harga, Gramedia Gelar Ramadan Berkah Market 2026
"Nah tentu di libur Lebaran itu, setiap libur Lebaran kita berharap ada peningkatan okupansi. Sudah pasti itu, dan dengan berapa hari terjadi peningkatan tersebut," kata dia.
Menurutnya, peningkatan okupansi saat libur lebaran tahun 2026 dipastikan terjadi karena ada sejumlah hal. Salah satunya yakni saat momen libur lebaran, pemerintah RI juga menerapkan cuti bersama yang cukup panjang serta aturan Work From Anywhere (WFA).
"Work From Anywhere tuh berarti kan orang masih tetap bisa bekerja tapi sambil berlibur gitu," ucapnya.
PHRI menargetkan bahwa peningkatan okupansi bisnis perhotelan pada saat momen libur lebaran 2026 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
"Paling tidak kita mengejar lebih tinggi dibandingkan 2025. Sebagai catatan di tahun 2025 itu kan sebenarnya kalau kita melihat realita di lapangannya terjadi penurunan dibandingkan 2024," ungkap dia.
Kemudian, Yusran menjelaskan bahwa saat momen libur lebaran tahun 2026 pebisnis pariwisata akan memanfaatkan momen silaturahmi keluarga, atau ketika H+1 lebaran.
"Setelah silaturahmi itu ada pergerakan lintas provinsinya. Mereka berwisata keluarga lah biasanya, mereka pergi berwisata ke sana-sini. Jadi nah itu yang kita antisipasi lonjakan okupansinya nanti di sana gitu. Biasanya umumnya terjadi di hari kedua," tandasnya.
Baca Juga: Bisnis Pariwisata Terdampak Konflik di Timur Tengah, Begini Strategi PHRI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













