kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.577   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

PJAA tak bisa bergantung pada properti


Minggu, 25 September 2016 / 22:45 WIB


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Penjualan properti di semester II terlihat masih lesu. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk memilih tidak akan menggenjot pendapatan dari sektor properti dan akan lebih mengandalkan sektor lain yang menjadi tulang punggung yakni sektor rekreasi.

Ellen Tulangow, Sekretaris Perusahaan Pembangunan Jaya Ancol, mengatakan, PJAA belum bisa kembangkan properti karena terbentur moratorium reklamasi pantai utara Jakarta yang tak kunjung usai. Oleh karena itu pendapatan properti belum bisa terlalu diandalkan. 

Mengacu laporan keuangan 2015, bisnis properti atau real estate berkontribusi sebesar Rp 131,19 miliar, atau 11,59% dari total pendapatan 2015. Penyumbang pendapatan terbesar PJAA berasal dari pendapatan tiket wahana rekreasi yakni Rp 752,19 miliar atau mencapai 66,51% dari total pendapatan.

Emiten ini menargetkan pertumbuhan pendapatan 30%-40% tahun ini dari pendapatan di tahun 2015 yang sebesar Rp 1,13 triliun. Itu berarti, target pendapatan usaha tahun 2016 sekitar Rp 1,47 triliun-Rp 1,58 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×