kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

PLN alokasikan capex Rp 78,9 triliun, begini dampaknya ke emiten kabel


Kamis, 25 Februari 2021 / 18:33 WIB
PLN alokasikan capex Rp 78,9 triliun, begini dampaknya ke emiten kabel
ILUSTRASI. Produsen kabel


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada tahun ini PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bakal mengalokasikan belanja modal mencapai Rp 78,9 triliun.

Besaran belanja modal tersebut bakal digunakan untuk membangun sejumlah infrastruktur, seperti penambahan kapasitas pembangkit sebesar 3.132 megawatt (MW), jaringan transmisi sepanjang 6.776 kilometer sirkuit (kms), penambahan kapasitas gardu induk sebanyak 6.810 megavolt ampere (MVA), dan penambahan kapasitas gardu distribusi sebanyak 1.303 MVA serta sejumlah program lainnya.

Ketua Umum Asosiasi Pabrik Kabel Indonesia (Apkabel) Noval Jamalullail mengungkapkan rencana kerja PLN ini bakal berdampak positif bagi industri kelistrikan. Kendati demikian, pertumbuhan bagi industri kabel dinilai tidak akan berbanding jauh dengan kondisi disepanjang tahun 2020.

"Belum bisa naik kembali seperti di 2019. Tetapi mudah-mudahan di 2022 meningkat jadi lebih baik," kata dia kepada Kontan.co.id, Kamis (25/2).

Noval mengungkapkan, meskipun budget yang disiapkan PLN untuk tahun ini tergolong besar namun hampir sama dengan tahun 2020 lalu.

Merujuk catatan Kontan.co.id, pada tahun lalu PLN sejatinya menganggarkan capex mencapai Rp 100 triliun. Besaran ini akhirnya dipangkas menjadi sebesar Rp 53,59 triliun akibat dampak pandemi Covid-19.

Dia menambahkan, perkembangan sejumlah proyek kelistrikan yang tergolong besar hingga kuartal IV 2020 lalu masih cukup lambat.

Baca Juga: Gencar bangun infrastuktur listrik, PLN siap gelontorkan Rp 78,9 triliun di tahun ini

"Proyek-proyek besar masih lambat, yang cukup baik pergerakannya sejak Kuartal IV 2020 adalah sektor ritel yang lebih fokus ke kabel-kabel tembaga yang dikenal dengan building wire," sambung Noval.

Sementara itu, Direktur PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM) Petrus Nugroho mengungkapkan dampak positif dari rencana kerja PLN di tahun ini, kemungkinan baru terasa pada Mei mendatang.

"Terkait PLN belum ada tanda-tanda terkait kabel. Mungkin untuk kontrak baru di Mei," kata Petrus ketika dihubungi Kontan.co.id, hari ini. 

Dia menambahkan, pada tahun ini KBLM bakal mematok target pendapatan mencapai Rp 1,2 triliun atau sama dengan target sepanjang tahun lalu.

Petrus memastikan, demi mencapai target tersebut pihaknya bakal lebih selektif serta mengincar pasar swasta. KBLM bakal mengoptimalkan capex yang belum digunakan pada tahun lalu untuk menunjang rencana kerja di tahun ini.

"Capex yang lalu masih belum dimanfaatkan, padahal kapasitas tembaga sudah naik. Karena pandemi kapasitas malah turun hampir 20%. Jadi tidak perlu menambah capex dulu," kata Petrus.

Sementara itu, merujuk pemberitaan Kontan.co.id sebelumnya, emiten kabel lainnya juga turut menargetkan pertumbuhan kinerja di tahun ini.

PT Voksel ElectricTbk (VOKS) pun melihat prospek bisnis yang cerah di tahun ini. VOKS memproyeksikan pendapatan di 2021 tumbuh menjadi Rp 3,19 triliun dibandingkan dengan proyeksi pendapatan di akhir 2020 yang senilai Rp 1,88 triliun.

Sekretaris Perusahaan Voksel Electric Sachje Amalia Siddharta mengatakan, target ini menggunakan asumsi membaiknya kondisi pandemi. “Satu hal yang mesti menjadi perhatian adalah semua target kami ini dengan asumsi virus Covid-19 bisa segera terkendali dengan adanya vaksin. Kami semua berharap yang terbaik,” ujar Sachje, Jumat (5/2).

Kontan.co.id mencatat, emiten produsen kabel tersebut juga telah menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 50 miliar sampai Rp 60 miliar.

Baca Juga: Emiten kabel pasang target optimistis tahun ini

Dana ini akan difokuskan untuk installation, machinery & equipment. Namun capex ini bersifat fleksibel dan akan mengikuti perkembangan pandemi serta pemulihan ekonomi nasional dan global.

VOKS pun telah menyiapkan sejumlah  strategi, di antaranya mengoptimalkan produktivitas kerja melalui peningkatan efektivitas sumber daya yang dimiliki dan fokus pada inisiasi yang mendorong diversifikasi bisnis yang lebih luas dengan tetap memprioritaskan bisnis terkait industri kabel.

Selanjutnya: Adaro Power lakukan uji coba cofiring biomassa pada PLTU batubara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×