kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

PLN: Bukan Naikan tarif, Tapi Penyaluran Subsidi Tepat Sasaran


Senin, 13 Juni 2022 / 10:22 WIB
ILUSTRASI. PLN


Reporter: Filemon Agung | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Penyesuaian tarif listrik triwulan III 2022 berlaku untuk 2,45 juta pelanggan dari 5 golongan daya listrik.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana menjelaskan jumlah pelanggan ini hanya setara 2,5% dari total pelanggan PLN. "Dari sisi jumlah pelanggan kecil sekali dari yang harus ditangani PLN," kata Rida dalam Konferensi Pers Virtual, Senin (13/6).

Merujuk data Kementerian ESDM total pelanggan PLN per April 2022 mencapai 82,64 juta pelanggan. Dari jumlah tersebut, jumlah 13 golongan pelanggan nonsubsidi mencapai 44,72 juta pelanggan.

Adapun, penyesuaian tarif listrik yang akan mulai berlaku per 1 Juli 2022 ini menyasar 5 golongan pelanggan nonsubsidi.

Adapun, kelompok pelanggan yang terdampak yakni golongan tarif R-2/ dengan daya 3.500 VA s/d 5.500 VA dengan jumlah pelanggan 1,76 juta pelanggan, R-3/ dengan daya 6.600 ke atas sebanyak 316.110 pelanggan.

Selanjutnya, kelompok pelanggan pemerintah yakni P-1 dengan daya 6.600 VA s/d  200 kVA dengan jumlah pelanggan 55.566 pelanggan, P-2 dengan daya di atas 200 kVA sebanyak 1.900 pelanggan dan P-3 sebanyak 316.139 pelanggan.

Direktur Utama PLN Darmwan Prasodjo menjelaskan, apa yang dilakukan pemerintah saat ini bukanlah menaikan tarif listrik melainkan untuk koreksi agar penyaluran subsi tepat sasaran.

Darmawan menambahkan, pihaknya melakukan kajian mendalam untuk pelanggan yang masuk dalam kelompok pelanggan yang disesuaikan.

"Kita lakukan adjustment data satu per satu rumah tangga sudah kami analisis. (Ini untuk) memastikan bagaimana bantuan pemerintah terus digulirkan agar ekonomi nasional tidak terganggu dan ekonomi terus terjaga dan (menjaga) laju inflasi," terang Darmawan.



 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×