kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.581   28,00   0,16%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

PLN Distribusi Jawa Barat raih penjualan listrik Rp 4,2 triliun per bulan


Minggu, 21 Oktober 2018 / 14:26 WIB
ILUSTRASI. Mesin turbin PLTA


Reporter: Azis Husaini | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -BANDUNG. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi Jawa Barat hingga kini menangani 13,6 juta pelanggan. Dengan pelanggan sebesar itu pasokan listrik yang didistribusikan ke pelanggan mencapai 4 Tera Watt hour. Adapun beban puncak dari pemakaian listrik di Jawa Barat mencapai 7.400 MW per hari.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat Iwan Prawana mengungkapkan, sejauh ini suplai listrik datang dari arah Timur, di sana ada pembangkit PLTU Paiton dan pembangkit di Jawa Barat. "Hasil penjualan listrik distribusi Jawa Barat setiap bulan Rp 4,1 triliun sampai Rp 4,2 triliun," imbuh Iwan, Sabtu (20/10) malam.

Dia mengatakan, saat ini biaya pokok produksi (BPP) listrik di Jawa Barat sebesar Rp 1.300 per kWh. Hal ini lantaran harga batubara yang menjadi bahan bakar utama pembangkit di Jawa Barat dan di Jawa Timur sebagai pemasok listrik ke areah Barat. "BPP naik sedikit karena harga batubara, gas, dan BBM," ungkap dia.

Sementara itu, Iwan mengatakan ada pertumbuhan dari pelanggan industri lantaran saat ini daerah kawarang, subang, purwakarta, cikarang sedang berkembang. Namun demikian jika mereka menginginkan pasokan listrik, tentu saja PLN dan pihak industri harus membuat kesepakatan setahun sebelum listrik mengalir. "Kami akan bangun Gardu Induk sekitar 2x60 MVA. Kami rencanakan dua kali biasanya," ujar dia.

Iwan bilang, sampai saat ini pihaknya masih terus menyambung listrik ke pihak industri. Adapun totalnya kini mencapai 300 MW dan akan terus bertambah lagi.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×