kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.685   41,57   0,74%
  • KOMPAS100 735   6,79   0,93%
  • LQ45 558   4,69   0,85%
  • ISSI 198   1,15   0,59%
  • IDX30 316   1,97   0,63%
  • IDXHIDIV20 389   -0,08   -0,02%
  • IDX80 84   0,76   0,91%
  • IDXV30 106   -0,43   -0,40%
  • IDXQ30 102   0,26   0,25%

PLN gandeng Masdar garap PLTS terapung pertama di Indonesia


Selasa, 07 Januari 2020 / 21:08 WIB
ILUSTRASI. Foto udara bendungan Waduk Cirata di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, yang bakal dijadikan lokasi PLTS terapung pertama di Indonesia


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akhirnya menggandeng Masdar, anak usaha Mubadala, perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA) untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Cirata.

Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan, melalui anak usaha PLN, PT Pembangkit Jawa Bali (PJB), perusahaan setrum plat merah tersebut segera menandatangani perjanjian jual-beli listrik alias Power Purchase Agreement (PPA).

Lebih lanjut Sripeni bilang, penandatangan PPA akan disaksikan oleh Presiden Joko Widodo saat kunjungan ke UEA pekan depan.

Baca Juga: Obligasi PLN senilai Rp 1,78 triliun jatuh tempo pada Januari 2020

Terkait harga, kesepakatan yang diraih bersama Masdar telah melalui proses lelang dan mendapatkan harga yang cukup rendah, yakni US$ 5,8 sen per kWh. "Kami akan tandatangan PPA di depan presiden, Harga listriknya US$ 5,8 sen," jelas dia, Selasa (7/1).

Terkait nilai investasi, Sripeni menyebut bahwa PLTS terapung pertama di Indonesia ini akan menelan biaya senilai US$ 129 juta. Adapun, porsi kepemilikan yang dipegang PJB sebesar 51% dan 49% untuk Masdar dengan jangka waktu 25 tahun.




TERBARU

[X]
×