Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Azis Husaini
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui PT PLN (Persero) mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) berkapasitas 30 MW di Kota Ternate, Maluku Utara pada Selasa (9/4).
Peresmian pengoperasian PLTMG yang merupakan satu-satunya di wilayah Indonesia Timur ini, dilakukan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto. Hadir juga dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Ternate Andullah Taher, Direktur PLN Wilayah Papua, Maluku dan Maluku Utara Ahmad Rofik, serta Dirut PT Pertagas Niaga Linda Sunarti.
Djoko mengungkapkan, peresmian ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengganti penggunaan solar dengan gas dalam bentuk PLTMG dengan kapasitas 30 MW. PLTMG ini memiliki kemampuan dapat melistriki 160.000 rumah tangga.
Gas untuk PLTMG Kastela ini dipasok dari Bontang, Kalimantan Timur. Dengan menggunakan gas pada PLTMG Kastela ini, PLN mampu menghemat pengeluaran Rp 150 miliar hingga Rp 200 miliar per tahun.
“Pemerintah juga bisa mengurangi impor solar karena bisa mengurangi subsidi BBM, karena gas tidak disubsidi karena kita mempunya sumber yang banyak di dalam negeri, seperti di Tanggu, Bintang dan Sulawesi,” ujar Djoko seperti dilansir dari website resmi Ditjen Migas pada Kamis (11/4).
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Ternate Abdullah Taher, menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas beroperasinya PLTMG ini yang diharapkan mampu melayani kebutuhan masyarakat di Ternate.
Sebelumnya, Pemerintah juga telah meresmikan PLTMG di Sambera, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Gas untuk infrastruktur ini dipasok dari Bontang, Kalimantan Timur, yang berjarak 80 km dan diangkut dengan menggunakan truk. Setiap hari, sebanyak 24 truk bergantian mengisi PLTMG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News