kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45866,25   0,74   0.09%
  • EMAS918.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.32%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

PLN resmi beri tegangan untuk Line 2 Transmisi SUTET 500 kV Balaraja–Kembangan


Selasa, 03 Agustus 2021 / 13:22 WIB
PLN resmi beri tegangan untuk Line 2 Transmisi SUTET 500 kV Balaraja–Kembangan
ILUSTRASI. PLN resmi beri tegangan untuk Line 2 Transmisi SUTET 500 kV Balaraja–Kembangan.

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) resmi memberi tegangan (energize) untuk Line 2 Transmisi SUTET 500 kV Balaraja–Kembangan pada Sabtu (31/7). Pembangunan infrastruktur kelistrikan yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional ini mencakup pembangunan 157 tower, dibangun menggunakan 46 lahan tapak tower baru dan 111 lahan tapak tower eksisting dengan nilai investasi Rp 1,1 triliun.

General Manager PLN UIP JBB, Ratnasari Sjamsuddin mengatakan, transmisi SUTET 500 kV Balaraja–Kembangan bakal menyalurkan pasokan listrik dari PLTU Jawa 7 dengan kapasitas 2 x 1.000 MW ke sistem kelistrikan Jawa–Bali.

Selain itu, proyek transmisi yang membentang sepanjang 94,4 kilometer sirkuit (kms) melintasi wilayah Provinsi Banten hingga DKI Jakarta ini juga berfungsi untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di wilayah DKI Jakarta dan Banten.

Baca Juga: PLN salurkan bantuan oksigen penanganan Covid-19 ke 7 rumah sakit di Jawa Tengah

“Sehingga ketika ada gangguan atau kegiatan pemeliharaan instalasi listrik, listrik ke pelanggan tetap terjaga suplai dan keandalannya,” kata Ratnasari dalam keterangan tertulis.

Transmisi SUTET 500 kV Balaraja–Kembangan merupakan jalur transmisi SUTET pertama di Indonesia yang sebagian besar menggunakan jenis Slim Compact Lattice Tower. Desain tower ini adalah bentuk inovasi dari teknologi terbaru yang memiliki keunggulan dari segi efisiensi penggunaan lahan dan lebar Right of Way (ROW).

Sebagai gambaran, jika SUTET standar membutuhkan lahan 25 m x 25 m, maka konstruksi Slim Compact Lattice Tower cukup dengan 15 m x 15 m. Dengan konstruksi yang demikian, penggunaan Slim Compact Lattice Tower dinilai sangat tepat untuk lokasi yang memiliki keterbatasan lahan seperti di ibukota DKI Jakarta dan sekitarnya.

Dari segi ketinggian, Slim Compact Lattice Tower memiliki ketinggian yang sama seperti tower 500 kV standar. Hanya saja, Slim Compact Lattice Tower memilki keunggulan lain seperti  desain badan tower yang lebih ramping dan sayap yang lebih pendek.

“Jenis tower ini juga menjadi solusi bagi pembangunan SUTET di wilayah perkotaan yang sangat padat penduduk,” imbuh Ratnasari.

 

Selanjutnya: Masalah pendanaan hambat pengembangan proyek-proyek EBT

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×