kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

POLY targetkan capex US$ 12 juta - US$ 15 juta di 2020 nanti


Jumat, 29 November 2019 / 18:32 WIB
POLY targetkan capex US$ 12 juta - US$ 15 juta di 2020 nanti
ILUSTRASI. agung.hidayat-By agung. Direksi POLY-PT Asia Pacific Fiber, TBK (POLY) optimis meraih bottomline yang positif di tahun depan

Reporter: Agung Hidayat | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Produsen Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) masih melakukan pembaruan mesin demi meraih efisiensi. Hal ini penting mengingat margin keuntungan perseroan kian tergerus ditengah harga jual komoditas poliester yang memburuk.

Sebelumnya di tahun ini POLY menanggarkan capital expenditure (capex/belanja modal) senilai US$ 10 juta untuk menambah mesin di pabrik Semarang dan Karawang serta memperbaiki mesin khususnya terkait proyek penghematan energi.

Baca Juga: Industri TPT: Revisi permendag berpeluang membuka impor lebih besar

"Saat ini penggunaan capex masih sesuai anggaran, dimana saat ini penyerapannya mencapai US$ 7 juta," sebut Ravi Shankar, Direktur Utama POLY saat paparan publik perseroan berlangsung, Jumat (29/11).

Beberapa mesin yang ditambah salah satunya serat filamen untuk kebutuhan otomotif. Sejak menjual produk tersebut di 2018, perseroan mengaku terus mendapatkan peningkatan order yang signifikan.

Sementara itu di tahun depan POLY menganggarkan capex senilai US$ 12 juta hingga US$ 15 juta untuk meneruskan pembaruan kapasitas dan mesin produksi perseroan. Harapannya tidak ada waste yang bersisa, semua bahan baku dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.

Adapun di tahun 2020 nanti, perusahaan memproyeksikan pendapatan bersih senilai US$ 420 juta. "Target ini berdasarkan asumsi harga bahan baku saat ini yang memang mengalami penurunan," ujar Ravi.

Bahan baku seperti purified terephthalic acid (PTA) dan mono etilena glikol (MEG) diketahui sampai September 2019 harganya mengalami penurunan masing-masing 4,46% dan 38,83% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski harga bahan baku turun, perusahaan tak bisa menaikkan harga karena suplai yang masih banyak dan sudah dipatok oleh harga komoditas.

Baca Juga: Catat! Pengusaha Ingin Penyempurnaan Aturan Impor Tekstil

Target di tahun 2020 sebenarnya lebih rendah ketimbang perolehan revenue di 2018 kemarin yang senilai US$ 479 juta. Sayangnya manajemen tidak menerangkan proyeksi penjualan sampai akhir tahun ini, namun tampaknya terjadi penurunan dibandingkan tahun lalu dikarenakan harga yang belum pulih serta maraknya barang impor menggerus performa penjualan POLY.




TERBARU

Close [X]
×