kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Ponsel 4G Advan capai TKDN 34,4%


Kamis, 12 Oktober 2017 / 20:58 WIB


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sampai dengan kuartal II 2017 vendor smart phone lokal, Advan, menduduki peringkat ketiga pangsa pasar di dalam negeri. Advan mengekor Samsung dan Oppo sebagai peringkat pertama dan dan kedua.

Berdasarkan data Internet Data Center (IDC), pangsa pasar Advan pada kuartal II 2017 sebesar 9%. Meskipun secara keseluruhan pasar smart phone dalam negeri cenderung turun, Advan optimistis bakal terus meningkat bisnisnya.

Andy Gusena, Brand Director Advan Digital atau PT Arga Mas Lestari, mengatakan, perusahaannya berfokus pada produk segmen smart phone segmen bawah. "Kisaran harga Rp 1 juta- Rp 2 juta, pasar ini masih baik," ujarnya saat ditemui di sela peluncuran produk baru Advan, Ciputra Theater, Kamis (12/10).

Adapun Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) alias konten lokal dari Smartphone 4G, kata Andy sudah mencapai 34,4%. Maklum saja, Advan sudah berbisnis dan menjalankjan aktivitas manufacturing di Indonesia lebih dari enam tahun.

"Pabrik kami ada di Semarang, per bulannya bisa produksi ratusan ribuan unit," terang Andy. 

Bagi Advan, meningkatkan TKDN tidaklah sulit, karena beberapa hardware dan software sebagai komponen smart phone beberapa sudah bisa didapati dari dalam negeri. Saat ini Advan memiliki sekitar 66 gerai dan service center di Indonesia, dan akan ditambah seiring meningkatnya permintaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×