kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Porsi pendapatan semester I-2019, ADHI: Kontribusi konstruksi 82%


Rabu, 21 Agustus 2019 / 16:52 WIB
Porsi pendapatan semester I-2019, ADHI: Kontribusi konstruksi 82%
ILUSTRASI. Proyek LRT Jabodebek

Reporter: Amalia Fitri | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Kontribusi pendapatan usaha PT Adhi Karya Persero Tbk (ADHI) pada paruh pertama 2019 didominasi oleh perusahaan induk sebesar 71%. Anak usaha ADHI, berdasarkan keterangan yang diterima Kontan, Rabu (21/8), menyumbang kontribusi pendapatan sebesar 29%.

Sementara dari sisi lini bisnis, konstruksi masih mendominasi pencapaian pendapatan sebesar 82%, lalu lini properti sebesar 14%, dan sisanya sebesar 4% didapat dari lini bisnis lainnya.

Baca Juga: ADHI: Proyek LRT Jabodebek tahap I sudah 64,4%

"Sampai saat ini, tulang punggung pendapatan perusahaan juga utamanya didukung dari proyek LRT Jabodebek, properti, dan konstruksi," ujar Enthus Asnawi, Direktur Keuangan ADHI pada public expose di Jakarta, Rabu (21/8).

Lebih lanjut, berdasarkan nilai kontrak baru yang sudah dikantongi ADHI sepanjang semester I 2019 senilai Rp 6,1 triliun, mayoritas didominasi oleh BUMN sebesar 76%. Sisanya diisi oleh penggarapan gedung.

Enthus berkata, walau perusahaan bertumpu pada proyek LRT Jabodebek, pihaknya juga mengalami negative cashflow dari sisi kas. Dari investasi sebesar Rp 14 triliun yang sudah dikeluarkan ADHI, baru kembali sebesar Rp 7,1 triliun.

Baca Juga: Sepanjang semester I, Adhi Karya (ADHI) kantongi kontrak baru Rp 6,1 triliun

"Ini yang menyebabkan tagihan membengkak dan mempengaruhi cashflow. Kami harap akhir tahun ini pembayaran LRT bisa cair sampai Rp 3,1 triliun," tambah Enthus.

Menilik laporan keuangan ADHI semester I 2019, realisasi laba kotor senilai Rp 853,5 miliar setara dengan margin 15,7%. Setelah dikurangi biaya umum dan administrasi lainnya, menghasilkan laba usaha sebesar Rp 548,7 miliar atau setara dengan margin 10,1%.

Realisasi belanja modal ADHI juga sudah mencapai 18,5% atau senilai Rp 404,8 miliar dari target Rp 2,2 triliun. Alokasi capex dialirkan untuk penyertaan modal anak usaha sebesar Rp 312,6 miliar dan sisanya digunakan untuk investasi aset tetap.




TERBARU

Close [X]
×